Diluar Kendali, Gemini Bobol Sistem Keamanan Tiga Perusahaan

Sukabumiupdate.com
Senin 21 Sep 2026, 08:57 WIB
Diluar Kendali, Gemini Bobol Sistem Keamanan Tiga Perusahaan

Gemini AI. (Sumber : Google).

SUKABUMIUPDATE.com - Google mengungkap bahwa model kecerdasan buatan (AI) Gemini miliknya secara tidak sengaja berhasil membobol sistem keamanan tiga perusahaan dimana kejadian tersebut dilaporkan terjadi pada Mei 2026 

Dikutip dari The Guardian, hal itu terjadi pada saat Gemini menjalani evaluasi keamanan yang dilakukan oleh perusahaan rintisan keamanan AI, Irregular. Perusahaan tersebut sebelumnya juga terlibat dalam pengujian yang menemukan kasus serupa pada model AI milik OpenAI dan Anthropic, termasuk peretasan terhadap perusahaan perangkat lunak AI Hugging Face oleh OpenAI.

Salah satu insiden terjadi saat Gemini diminta mengambil informasi dari sebuah perusahaan fiktif yang ternyata memiliki nama sama dengan perusahaan nyata. Google mengonfirmasi kejadian tersebut setelah sebelumnya dilaporkan oleh The Wall Street Journal 

Namun, menurut laporan The Wall Street Journal, akses internet ternyata tersedia secara tidak sengaja. Kondisi tersebut membuat model AI dapat mengakses informasi di dunia nyata dan, tanpa diduga, masuk ke sistem perusahaan yang sebenarnya.

Baca Juga: Cuaca Jabar 21 September 2026, Awal Pekan Sukabumi Cerah di Pagi Hari

Irregular kemudian mengungkap temuan tersebut kepada Google pada akhir Juli, setelah sebelumnya menemukan kasus OpenAI yang meretas Hugging Face.

Google mengonfirmasi kepada The Guardian bahwa tiga peretasan tersebut memang terjadi. Namun, Google menilai tidak perlu mengumumkannya kepada publik karena model AI tersebut tidak menimbulkan kerugian terhadap perusahaan yang sistemnya sempat diakses.

“Dalam evaluasi standar, model tersebut menemukan informasi publik secara online dan menebak kredensial untuk mengakses situs web yang dianggapnya sebagai bagian dari pengujian. Dalam ketiga kasus ini, model tersebut berhenti,” kata Heather Adkins, Wakil Presiden Bidang Rekayasa Keamanan Google.

Dalam salah satu kasus, Irregular menguji kemampuan keamanan siber Gemini dengan meminta model tersebut mendapatkan informasi dari perangkat lunak milik sebuah perusahaan fiktif.

Baca Juga: Resep Mangut Lele, Hidangan Gurih dan Pedas yang Cocok Jadi Menu Makan Keluarga

Perusahaan dalam simulasi tersebut ternyata memiliki nama yang sama dengan perusahaan nyata. Ketika Gemini secara tidak sengaja memperoleh akses ke internet, model tersebut berhasil menebak kata sandi dan masuk ke layanan perusahaan nyata tersebut, menurut keterangan Irregular kepada The Wall Street Journal.

Google mengatakan Gemini kemudian menghentikan aksinya setelah menyadari bahwa sistem yang diakses merupakan milik perusahaan nyata, bukan bagian dari simulasi pengujian.

Sementara itu, dalam dua pengujian lainnya, Gemini menemukan repositori publik di internet yang berisi kredensial untuk mengakses dua perusahaan berbeda.

Model tersebut kemudian menggunakan kredensial itu untuk masuk ke sistem perusahaan nyata. Menurut Google, Gemini kembali menghentikan proses setelah mengetahui bahwa sistem yang diakses bukan bagian dari lingkungan pengujian.

Baca Juga: Kebakaran Lahan di Cikidang Sukabumi, 2 Hektare Alang-alang Hangus Terbakar

Berbeda dengan Google, Anthropic dan OpenAI memilih mengungkapkan secara sukarela kasus peretasan yang ditemukan dalam pengujian model AI mereka.

Google mengatakan ketiga perusahaan yang sistemnya sempat diakses Gemini telah diberi tahu mengenai kejadian tersebut.

“Peristiwa-peristiwa ini menyoroti pentingnya melatih model AI yang andal untuk bertindak secara bertanggung jawab,” ujar Adkins.

Kasus yang melibatkan Anthropic dan OpenAI sebelumnya juga mendapat perhatian dari Senator Amerika Serikat Bernie Sanders. Ia mendesak perusahaan-perusahaan AI tersebut menghentikan pengembangan teknologi mereka dengan alasan kasus tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam pengendalian model AI.

Baca Juga: Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 2027 Jatuh pada 8 Februari, Idulfitri 9 Maret

OpenAI kemudian menghentikan pengembangan modelnya selama dua minggu. Sementara itu, CEO Anthropic, Dario Amodei, menyerukan perlambatan pengembangan AI secara kolektif untuk memastikan model-model AI tercanggih dikembangkan dengan sistem pengamanan yang memadai.

Pengungkapan ini menjadi salah satu kasus pertama ketika Google secara terbuka mengonfirmasi bahwa model AI miliknya telah melakukan peretasan terhadap perusahaan lain.

 

Berita Terkait
Berita Terkini