SUKABUMIUPDATE.com - Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys spp.) dikenal sebagai ikan pembersih akuarium dan penghuni dasar sungai karena kemampuan makan alga dan detritus. Namun, tren penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan pangan misalnya untuk siomay, cilok atau olahan lain telah memicu kekhawatiran kesehatan, terutama ketika ikannya berasal dari sungai atau perairan yang tercemar. Berikut ini adalah 8 bahaya mengkonsumsi ikan sapu-sapu:
1. Kontaminasi Logam Berat
Ikan sapu-sapu yang hidup di sungai tercemar berisiko mengakumulasi logam berat seperti merkuri (Hg), timbal (Pb), kadmium (Cd), dan arsen (As) dalam jaringan tubuhnya. Ini terjadi karena mereka hidup di lingkungan yang penuh polutan yang tidak hilang dengan hanya mencuci atau memasak ikan.
2. Risiko Keracunan Kronis Akibat Logam Berat
Paparan logam berat secara berkepanjangan melalui makanan dapat menyebabkan kerusakan organ seperti ginjal, hati, atau sistem saraf, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan jangka panjang karena zat ini bersifat bioakumulatif.
Baca Juga: 10 Manfaat Rebusan Air Daun Sirih: Khasiat Alami untuk Kesehatan dari Dalam
3. Bakteri Patogen dan Mikroorganisme Berbahaya
Perairan yang tercemar limbah domestik dan industri dapat membawa bakteri patogen seperti E. coli dan mikroba berbahaya lainnya yang dapat masuk ke dalam ikan. Mengkonsumsi ikan dengan kontaminasi seperti ini berisiko menyebabkan gangguan pencernaan atau infeksi.
4. Parasit yang Berpotensi Menular
Ikan yang hidup di lingkungan kotor cenderung membawa parasit, termasuk cacing dan organisme mikroskopis lain. Parasit ini bisa menular ke manusia terutama jika ikan tidak dimasak sempurna.
5. Paparan Bahan Kimia Industri dan Pestisida
Selain logam berat, ikan sapu-sapu dari sungai tercemar juga bisa terpapar limbah kimia industri, residu pestisida, dan mikroplastik, yang dapat terserap ke dalam daging ikan dan ikut termakan oleh manusia.
6. Efek Alergi atau Reaksi Tubuh
Beberapa orang dapat mengalami reaksi alergi atau intoleransi setelah mengkonsumsi ikan yang terkontaminasi bahan berbahaya. Hal ini sering sulit diprediksi dan tergantung pada kondisi tubuh individu.
Baca Juga: Waspada! 5 Bahan Makanan Berbahaya yang Masih Sering Digunakan
7. Risiko Gangguan Kesehatan Jangka Pendek
Konsumsi ikan yang terkontaminasi dapat menunjukkan gejala langsung seperti mual, muntah, atau diare, yang merupakan respons tubuh terhadap bahan berbahaya yang masuk.
8. Risiko Kesehatan Jangka Panjang yang Tidak Langsung Terasa
Paparan logam berat dan kontaminan lain mungkin tidak segera terasa, namun akumulasi di dalam tubuh dari waktu ke waktu dapat menyebabkan masalah kesehatan serius yang berkembang secara perlahan.
Ikan sapu-sapu secara alami bukan ikan beracun, tetapi ketika hidup di perairan yang tercemar, ikan ini berpotensi membawa zat berbahaya yang tidak bisa dihilangkan hanya dengan memasak. Ahli kesehatan dan otoritas setempat pun menyarankan agar masyarakat tidak mengkonsumsi ikan sapu-sapu dari sungai tercemar tanpa jaminan uji mutu pangan, karena risiko logam berat dan bakteri dapat membahayakan kesehatan.
Baca Juga: Waspada! Ini Daftar Bahan Berbahaya yang Sering Ditemukan dalam Kosmetik
Sumber: Berbagai sumber




