Pelajar Temukan Belatung di Menu MBG SD di Jampangtengah Sukabumi, Tempenya Juga Berbau

Sukabumiupdate.com
Kamis 29 Jan 2026, 12:08 WIB
Pelajar Temukan Belatung di Menu MBG SD di Jampangtengah Sukabumi, Tempenya Juga Berbau

Belatug sayur di menu MBG yang ditemukan pelajar SD di Jampangtengah Kabupaten Sukabumi (Sumber: dok warga)

SUKABUMIUPDATE.com - Menu Makan Bergizi Gratis atau MBG yang disalurkan kepada siswa SDN Nangerang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, diduga tidak layak konsumsi. Pasalnya, ditemukan belatung pada irisan tomat dan mentimun yang menjadi bagian dari menu makanan tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. MBG tersebut disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Jampangtengah.

Adapun menu MBG yang diberikan kepada siswa terdiri dari nasi kuning, selada, daging ayam bumbu serundeng, tahu dan tempe, serta irisan tomat dan mentimun. Namun, saat makanan dibagikan, ditemukan adanya belatung pada irisan tomat dan mentimun di beberapa omprengan.

Baca Juga: Chiki Fawzi Mendadak Dicopot Sebagai Petugas Haji 2026: Salah Satu Mimpi Terbesarku

“Kami sebagai orang tua murid sangat menyayangkan kejadian ini dan berharap pihak dapur penyedia MBG bisa memperbaiki kualitas serta kebersihan makanan yang disalurkan ke sekolah,” ujar salah satu orang tua siswa.

Pihak sekolah membenarkan adanya temuan tersebut. Pengajar SDN Nangerang, Rizal M, mengatakan belatung ditemukan pada menu sayuran milik lima siswa kelas lima.

Benar, ada belatung pada irisan tomat dan mentimun di lima omprengan siswa kelas lima. Selain itu, ada laporan juga dari kelas empat dan kelas enam bahwa tempenya sudah berbau,” jelas Rizal saat dikonfirmasi.

Baca Juga: Dijadwalkan Tiba di Bandara Soekarno Hatta Siang, Lanti TKW Sukabumi Akhirnya Pulang!

Rizal menambahkan, jumlah keseluruhan siswa di SDN Nangerang mencapai sekitar 130 orang. Namun, tidak semua makanan sempat dicek secara menyeluruh karena sebagian sudah terlanjur dikonsumsi oleh siswa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Desa Bantarpanjang terkait temuan tersebut. Pihak sekolah dan orang tua berharap ada evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat program MBG bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi peserta didik.

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini