Waspada! 5 Bahan Makanan Berbahaya yang Masih Sering Digunakan

Sukabumiupdate.com
Selasa 20 Jan 2026, 10:00 WIB
Waspada! 5 Bahan Makanan Berbahaya yang Masih Sering Digunakan

Ilustrasi Bahan Makanan Berbahaya yang Masih Sering Digunakan dan Banyak Beredar Dipasaran (Sumber : Freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Meskipun sudah ada aturan ketat dari pemerintah, masih ditemukan bahan-bahan berbahaya yang digunakan dalam makanan dan jajanan yang beredar di pasaran. Bahan-bahan ini sebenarnya dilarang untuk digunakan dalam pangan, tetapi karena berbagai alasan seperti menekan biaya atau memperpanjang masa simpan, oknum tertentu tetap memakai zat tersebut  yang dapat berdampak serius pada kesehatan. Berikut adalah 5 bahan berbahaya yang sering ditemukan dalam makanan dan jajanan:

1. Formalin (Formaldehid)

Formalin adalah cairan yang digunakan sebagai pengawet mayat atau desinfektan industri, bukan untuk makanan. Namun, masih ditemukan dalam:

  • Mie basah
  • Tahu
  • Ikan asin
  • Bahan makanan lain yang tahan lama

Dampaknya bagi kesehatan: Konsumsi formalin dapat merusak saluran pencernaan, menyebabkan mual, muntah, gangguan saraf, kerusakan organ seperti hati dan ginjal, bahkan bersifat karsinogenik.

Baca Juga: Hindari! 7 Jenis Makanan dan Minuman Ini Dapat Meningkatkan Risiko Kanker

2. Boraks (Asam Borat / Sodium Tetraborate)

Boraks biasanya digunakan sebagai anti jamur pada kayu, bahan pembersih, atau pestisida bukan pengawet makanan. Namun, masih sering ditemukan di:

  • Bakso
  • Kerupuk
  • Cilok
  • Jajanan pasar tertentu

Risiko kesehatan: Boraks dapat mengganggu sistem saraf, fungsi ginjal, dan hati. Konsumsi berulang dapat menyebabkan keracunan akut.

3. Rhodamin B

Rhodamin B adalah zat pewarna tekstil, namun sejumlah pedagang atau produsen masih menggunakannya untuk memberi warna cerah pada makanan seperti:

  • Sekuteng
  • Kerupuk warna cerah
  • Jajanan lainnya

Zat ini bersifat berbahaya bagi organ tubuh, dapat menyebabkan gangguan hati bahkan berisiko kanker jika terakumulasi di tubuh.

4. Metanil Yellow

Seperti Rhodamin, Metanil Yellow adalah pewarna industri yang dilarang untuk makanan, namun kadang masih ditemukan pada makanan berwarna kuat seperti beberapa minuman atau jajanan.

Efek buruknya Dapat menyebabkan iritasi saluran cerna, sakit perut, mual, dan dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan risiko kanker.

Baca Juga: Hati-Hati! 9 Makanan Favorit Ini Ternyata Bisa Memicu Alergi

5. Pewarna Tekstil

Selain Rhodamin B dan Metanil Yellow, masih ada sejumlah pewarna tekstil lain yang dilarang tapi kadang disalahgunakan untuk memberi warna pada makanan demi tampilan visual yang menarik.

Dampak bisa Beragam mulai dari gangguan pencernaan, alergi, gangguan organ tubuh, hingga risiko penyakit kronis.

Tanda Makanan yang Mengandung Bahan Berbahaya

Kamu bisa mulai waspada jika menemukan ciri seperti:

  • Warna terlalu cerah atau tidak alami
  • Tidak cepat basi meskipun tanpa pendingin
  • Tekstur sangat kenyal atau lengket berlebihan
  • Bau yang kurang biasa di makanan segar

Meski sudah jelas dilarang dan berbahaya untuk kesehatan, sejumlah bahan kimia berbahaya masih disalahgunakan dalam pangan di pasaran. Konsumen harus semakin waspada dengan memilih sumber makanan yang terpercaya, memperhatikan tekstur dan warna makanan, serta mengurangi konsumsi produk yang tampak mencurigakan.

Baca Juga: Media Ternama Prancis Kabarkan Layvin Kurzawa Segera Gabung Persib

Sumber: Pom Indonesia

Berita Terkait
Berita Terkini