SUKABUMIUPDATE.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi bukan hanya masalah orang dewasa anak-anak juga bisa mengalami kondisi ini. Hipertensi pada anak sering tidak menunjukkan gejala, namun jika tidak diperhatikan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, ginjal, dan komplikasi kesehatan lain di kemudian hari.
Hipertensi pada anak didefinisikan sebagai tekanan darah yang berada di atas batas normal sesuai usia, jenis kelamin, dan tinggi badan anak. Ada dua bentuk utama hipertensi:
- Hipertensi primer (esensial): tidak diketahui penyebab pasti, tetapi berhubungan dengan faktor risiko seperti gaya hidup dan genetika.
- Hipertensi sekunder: disebabkan oleh masalah medis lain seperti gangguan ginjal atau hormon.
Berikut penyebab hipertensi pada anak:
Baca Juga: Menkes: Masalah Gigi dan Hipertensi Dominasi Hasil CKG Anak
1. Faktor Genetik (Keturunan)
Anak dengan riwayat keluarga hipertensi memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi.
2. Obesitas atau Kelebihan Berat Badan
Obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama hipertensi pada anak. Lemak tubuh yang berlebihan dapat meningkatkan resistensi darah dan tekanan pada pembuluh darah.
3. Pola Makan Tidak Sehat (Tinggi Garam dan Cepat Saji)
Pola makan tinggi garam dan konsumsi makanan cepat saji menjadi salah satu penyebab hipertensi pada anak yang sering terjadi. Kandungan natrium yang tinggi dalam makanan cepat saji dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh dan meningkatkan tekanan darah. Kebiasaan ini, jika berlangsung lama, dapat memicu hipertensi sejak usia dini.
- Garam (natrium) berlebihan menyebabkan tubuh menahan lebih banyak air, sehingga volume darah meningkat dan tekanan pada pembuluh darah menjadi lebih tinggi.
- Pola makan modern yang banyak mengandung makanan cepat saji, makanan olahan, dan camilan kemasan cenderung tinggi garam, lemak, dan kalori, yang semuanya berkontribusi pada hipertensi.
Baca Juga: KTP2JB: Kepatuhan Platform Digital Terhadap Perpres 32/2024 Dinilai Masih Rendah
4. Kurangnya Aktivitas Fisik
Anak yang jarang bergerak atau lebih banyak waktu di depan layar (TV, gadget) memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi.
5. Penyakit atau Kondisi Medis Tertentu
Beberapa kondisi seperti penyakit ginjal, gangguan hormon, dan kelainan jantung dapat menyebabkan hipertensi sekunder pada anak-anak yang lebih muda.
6. Faktor Lingkungan dan Gaya Hidup Lainnya
Paparan terhadap zat tertentu (misalnya asap rokok), stress kronis, atau gangguan tidur juga dapat berkontribusi terhadap meningkatnya tekanan darah pada anak.
Diet tinggi garam secara konsisten berkaitan dengan tekanan darah tinggi pada anak dan remaja. Sodium yang berlebihan dalam makanan tidak hanya meningkatkan tekanan darah saat ini tetapi juga dapat mempengaruhi risiko hipertensi di masa dewasa.
Hipertensi pada anak disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang tidak bisa diubah seperti genetika maupun faktor gaya hidup yang bisa diperbaiki, termasuk pola makan tinggi garam dan kecenderungan konsumsi makanan cepat saji.
Baca Juga: Jadi Sumber Bau dan Sarang Tikus, Tumpukan Sampah di Pajagan Cicurug Dikeluhkan Warga
Sumber: Berbagai sumber





