Penyebab dan Gejala Penyakit TB Ginjal yang Pernah Dialami Lucky Widja

Sukabumiupdate.com
Senin 26 Jan 2026, 11:15 WIB
Penyebab dan Gejala Penyakit TB Ginjal yang Pernah Dialami Lucky Widja

Ilustrasi Ketika bakteri Mycobacterium tuberculosis mencapai ginjal, kondisi ini dikenal sebagai tuberkulosis ginjal (TB ginjal) (Sumber : Freepik/@rawpixel.com)

SUKABUMIUPDATE.com - Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang umumnya menyerang paru-paru, tetapi bakteri penyebabnya juga dapat menyebar ke organ lain melalui aliran darah. Ketika bakteri Mycobacterium tuberculosis mencapai ginjal, kondisi ini dikenal sebagai tuberkulosis ginjal (TB ginjal) salah satu bentuk dari genitourinary tuberculosis.

Penyebab Tuberkulosis Ginjal

Penyakit TB ginjal disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang sama dengan penyebab TB paru. Bakteri ini biasanya masuk ke tubuh melalui pernapasan dan kemudian menyebar melalui aliran darah ke organ lain, termasuk ginjal.

Faktor risiko yang meningkatkan peluang terjadinya TB ekstra paru seperti TB ginjal antara lain:

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya karena HIV/AIDS atau penyakit lain).
  • Kondisi ginjal atau saluran kemih yang sudah terganggu.
  • Infeksi TB paru yang tidak tertangani dengan baik.

TB dapat aktif ketika sistem kekebalan tubuh tidak mampu menahan bakteri tersebut, sehingga bakteri yang semula tidak aktif dapat mulai berkembang di organ lain.

Baca Juga: Meninggal Dunia di Usia 49 Tahun, Profil Lucky Widja Element

Gejala Tuberkulosis Ginjal

TB ginjal sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga diagnosisnya bisa terlambat. Namun ketika infeksi sudah meluas ke ginjal atau saluran kemih, gejala yang mungkin muncul termasuk:

  • Darah dalam urine (hematuria) darah yang terlihat pada saat buang air kecil.
  • Sering buang air kecil dan sensasi tidak nyaman saat kencing.
  • Nyeri pinggang atau rasa sakit di area perut bagian bawah.
  • Adanya sel darah putih atau protein dalam urine saat diperiksa laboratorium.
  • Demam, penurunan berat badan, sering berkeringat di malam hari, dan kelelahan, yang merupakan gejala umum TB.

Karena gejala TB ginjal mirip dengan infeksi saluran kemih biasa, penderita sering kali tidak menyadari adanya TB hingga penyakitnya sudah cukup lanjut. Diagnosis TB ginjal biasanya dilakukan melalui kombinasi pemeriksaan, seperti:

  • Analisis urine untuk melihat adanya darah, protein, atau sel darah putih.
  • Tes khusus untuk mendeteksi bakteri TB, seperti kultur urine atau pemeriksaan molekuler.
  • Pemeriksaan pencitraan (misalnya CT scan atau ultrasound) untuk melihat perubahan struktural pada ginjal.

Penanganan TB ginjal umumnya melibatkan pemberian obat antituberkulosis yang tepat, seperti isoniazid, rifampisin, etambutol, dan pirazinamid, selama jangka waktu tertentu sesuai anjuran dokter.

Baca Juga: Kondisi Lucky Widja Vokalis Element Sebelum Wafat, Sempat Idap TB Ginjal dan Jalani Cuci Darah

Pencegahan Tuberkulosis Ginjal

Upaya pencegahan tuberkulosis secara umum juga berlaku untuk TB ginjal, termasuk:

  • Vaksinasi BCG pada bayi untuk mencegah TB berat di masa kanak-kanak.
  • Menjaga sistem imun tetap sehat dengan pola hidup sehat.
  • Deteksi dini TB paru dan pengobatan yang lengkap dapat membantu mencegah penyebaran bakteri ke organ lain. 

TB ginjal merupakan salah satu bentuk tuberkulosis di luar paru yang kerap tidak disadari karena gejalanya mirip dengan gangguan saluran kemih biasa. Penanganan yang tepat dan pengobatan yang tuntas dapat membantu mencegah kerusakan organ lebih lanjut serta meningkatkan kualitas hidup penderita.

Baca Juga: Vokalis Element Lucky Widja Meninggal Dunia di Usia 49 Tahun

Sumber: Berbagai Sumber

Berita Terkait
Berita Terkini