Antusias Pelajar Sukabumi, Hidup Sehat Tanpa Cacingan dengan KUCING UNYU

Sukabumiupdate.com
Jumat 16 Jan 2026, 12:00 WIB
Antusias Pelajar Sukabumi, Hidup Sehat Tanpa Cacingan dengan KUCING UNYU

Peluncuran inovasi KUCING UNYU (Kuku Bersih, Cegah Cacingan dan Stunting) di SDN Cipeuteuy berlangsung meriah dan disambut antusias pelajar (Sumber: dok sekolah)

SUKABUMIUPDATE.com - Peluncuran inovasi KUCING UNYU (Kuku Bersih, Cegah Cacingan dan Stunting) di SDN Cipeuteuy berlangsung meriah dan disambut antusias oleh para siswa, pada Rabu, 14 Januari 2026. Meski kegiatan yang dilakukan tergolong sederhana, seperti menggunting kuku dan mencuci tangan, edukasi yang disampaikan membuat siswa semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan diri sejak usia dini.

Kepala SDN Cipeuteuy, Yusa Sumarna, mengatakan anak-anak terlihat sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pemahaman tentang bahaya cacingan dan dampaknya terhadap kesehatan, termasuk risiko stunting, menjadi poin penting dalam kegiatan itu.

“Walaupun kegiatannya sederhana, ketika anak-anak diberi pemahaman tentang bahaya cacingan dan stunting akibat cacing dalam tubuh, mereka seolah tersadar bahwa menggunting kuku itu sangat penting dari aspek kesehatan,” ujar Yusa, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Catatan dari Local Media Community di Yogyakarta: AI Tools Training for Journalists

Ia menuturkan, dari sisi siswa, kebiasaan menjaga kebersihan sebenarnya sudah cukup baik dan sejalan dengan pembiasaan yang selama ini diterapkan di sekolah. SDN Cipeuteuy memiliki agenda rutin pemeriksaan kebersihan setiap hari Selasa.

“Setiap hari Selasa, Bapak Ibu Guru di kelas memeriksa kebersihan anak-anak, mulai dari gigi, kuku, hingga pakaian. Jadi kegiatan KUCING UNYU ini menguatkan kebiasaan yang memang sudah lama dilakukan di SDN Cipeuteuy,” jelasnya.

Menurut Yusa, kebiasaan sederhana seperti memotong kuku tidak hanya penting dari sisi kerapian, tetapi juga memiliki urgensi besar dari aspek kesehatan. Anak-anak kini mulai memahami bahwa kuku yang bersih dapat mencegah masuknya cacing ke dalam tubuh.

Baca Juga: Pantauan Tol Bocimi Long Weekend Isra Miraj 2026: Arah Sukabumi Padat

Dalam pelaksanaannya, keterlibatan guru menjadi faktor penting untuk mendampingi dan mengawasi kebiasaan hidup bersih siswa. Selain itu, pihak sekolah juga menjalin komunikasi aktif dengan orang tua untuk memastikan kebiasaan tersebut berlanjut di rumah.

“Para wali kelas memiliki WhatsApp Group dengan orang tua siswa. Melalui grup itu, program sekolah disampaikan, termasuk jika ada anak yang belum potong rambut atau kebersihannya kurang, biasanya langsung dikomunikasikan,” katanya.

Untuk kegiatan KUCING UNYU sendiri, awalnya pihak sekolah berencana melibatkan orang tua secara langsung. Namun karena jumlah siswa yang cukup banyak, informasi kegiatan akhirnya disampaikan melalui grup WhatsApp masing-masing kelas.

Baca Juga: Waspada Penipuan! DLH Kota Sukabumi Dicatut Modus Pesan Makanan ke Cathering

Meski demikian, Yusa mengakui masih ada tantangan dalam menjaga konsistensi kebiasaan hidup bersih, terutama bagi siswa kelas bawah. Sebagian anak belum terampil memotong kuku sendiri dan masih bergantung pada orang tua.

“Kadang-kadang saat pemeriksaan hari Selasa, masih ada saja anak yang kukunya panjang karena orang tuanya lupa. Ini menjadi catatan bersama,” ujarnya.

Ke depan, pihak sekolah berharap dukungan dari puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi dapat terus berlanjut agar program KUCING UNYU bisa diterapkan lebih luas.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Liga Inggris Pekan ke-22, Ada Derby Manchester!

“Harapannya, inovasi KUCING UNYU ini bisa bergaung ke sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sukabumi. Tidak hanya sekedar launching, tapi benar-benar menjadi budaya hidup sehat di lingkungan siswa dan masyarakat,” pungkasnya. (adv)

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini