SUKABUMIUPDATE.com - Sepanjang November 2026, masyarakat akan disuguhkan sejumlah fenomena astronomi yang menarik untuk diamati.
Berbagai peristiwa langit tersebut meliputi konjungsi antarplanet, hujan meteor, hingga kemunculan Supermoon yang membuat Bulan terlihat sedikit lebih besar dan terang dibandingkan biasanya.
Sejumlah fenomena tersebut dapat disaksikan secara langsung dengan mata telanjang, sementara beberapa lainnya membutuhkan bantuan teleskop agar terlihat lebih jelas.
Berikut daftar fenomena astronomi yang dijadwalkan menghiasi langit sepanjang November 2026 dikutip dari laman SeaSky.
Konjungsi dan Parade Planet
- Pada awal November, tepatnya 2–3 November 2026, Bulan, Mars, dan Jupiter akan mengalami konjungsi. Ketiganya akan terlihat saling berdekatan dari sudut pandang pengamat di Bumi sehingga tampak seperti membentuk barisan di langit malam.
- Selanjutnya, pada 15 November 2026, Jupiter dan Mars kembali mengalami konjungsi dengan posisi tampak berdekatan di langit.
- Memasuki 20 November 2026, Merkurius akan mencapai elongasi barat terbesar. Posisi ini membuat planet tersebut memiliki jarak sudut paling jauh dari Matahari ke arah barat sehingga lebih mudah diamati sebelum Matahari terbit.
- Dua hari berselang, tepatnya 22 November 2026, Merkurius akan mencapai posisi ketinggian maksimum dalam periode penampakan pagi tersebut.
- Sementara itu, pada 26 November 2026, Uranus akan berada dalam posisi oposisi. Kondisi ini menjadi salah satu waktu terbaik untuk mengamati planet tersebut menggunakan teleskop karena posisinya berlawanan arah dengan Matahari jika dilihat dari Bumi.
- Menjelang akhir bulan, tepatnya 28 November 2026, Venus dijadwalkan mencapai tingkat kecerlangan maksimum sehingga tampak semakin terang di langit.
Baca Juga: Fenomena Atmospheric River Jadi Penyebab Hujan Merata di Pulau Jawa Beberapa Hari Terakhir?
Hujan Meteor
Selain konjungsi planet, November 2026 juga akan diramaikan oleh beberapa puncak aktivitas hujan meteor.
- Hujan meteor Taurid Selatan diperkirakan mencapai puncaknya pada 4–5 November 2026. Fenomena ini memiliki intensitas relatif rendah, yakni sekitar 5–10 meteor per jam dalam kondisi pengamatan ideal.
- Berikutnya, hujan meteor Taurid Utara akan mencapai puncak pada 11–12 November 2026. Keluarga hujan meteor Taurid dikenal karena sesekali menghasilkan meteor yang sangat terang atau disebut fireball.
- Tidak berhenti sampai di situ, hujan meteor Leonid juga diperkirakan mencapai puncak aktivitas pada 17–18 November 2026. Fenomena ini menjadi salah satu peristiwa astronomi yang menarik untuk dinantikan oleh para pengamat langit.
Fase Bulan dan Supermoon
Perubahan fase Bulan juga menjadi bagian dari fenomena langit sepanjang November 2026.
- Pada 9 November 2026 pukul 14.03 WIB, Bulan akan memasuki fase Bulan Baru. Kondisi ini membuat cahaya Bulan tidak terlalu mengganggu pengamatan objek-objek langit yang redup, sehingga menjadi waktu yang baik untuk mengamati bintang maupun benda langit jauh.
- Kemudian, pada 24 November 2026, masyarakat akan disuguhi fenomena Supermoon atau yang dikenal dengan sebutan Beaver Moon. Puncak fase Bulan Purnama ini diperkirakan berlangsung pada pukul 21.55 WIB, meskipun waktu lokal tertentu dapat menunjukkan sekitar pukul 21.53 WIB.
Pada saat Supermoon terjadi, Bulan berada di sekitar titik terdekatnya dengan Bumi dalam orbitnya. Akibatnya, penampakan Bulan Purnama dapat terlihat sedikit lebih besar dan terang dibandingkan Bulan Purnama pada umumnya.
Itulah deretan fenomena astronomi yang akan menghiasi langit sepanjang bulan November 2026.















