SUKABUMIUPDATE.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis informasi iklim dasarian wilayah Jawa Barat. Untuk Dasarian I Juni 2026 (periode 1–10 Juni 2026), sebagian besar wilayah Jawa Barat diperkirakan akan memasuki periode dengan curah hujan rendah.
Dikutip dari infografis yang dibagikan oleh BMKG, sebanyak 81 persen wilayah Jawa Barat diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah, dengan akumulasi hujan berkisar antara 0–50 mm. Sementara itu, 19 persen wilayah lainnya berpotensi mengalami curah hujan kategori menengah dengan kisaran 50–150 mm.
Dari sisi sifat hujan, BMKG memprediksi kondisi hujan di Jawa Barat akan didominasi oleh kategori normal. Sebanyak 58 persen wilayah diperkirakan mengalami hujan dengan sifat normal, artinya jumlah curah hujan yang terjadi masih sesuai dengan rata-rata klimatologisnya.
Baca Juga: Lima Negara dengan Skuad Termahal di Piala Dunia 2026, Timnas Prancis Paling Mewah!
Kemudian, 21 persen wilayah diprediksi mengalami sifat hujan atas normal atau lebih tinggi dari rata-rata, sementara 21 persen wilayah lainnya berpotensi mengalami sifat hujan bawah normal atau lebih rendah dari kondisi biasanya.
Secara umum, kondisi cuaca pada awal Juni 2026 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Barat mulai mengalami penurunan intensitas hujan seiring peralihan menuju musim kemarau.
BMKG saat ini tengah memantau adanya penguatan Monsun Australia yang berperan dalam membawa massa udara kering di sebagian wilayah Indonesia. Kondisi ini berdampak pada berkurangnya pembentukan awan, terutama pada pagi hingga siang hari, sehingga penyinaran matahari ke permukaan menjadi lebih optimal.
Akan tetapi Monsun Australia cenderung masih lebih lemah dari normalnya, sehingga masih terjadi hujan di sebagian wilayah. Hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat masih teramati di sejumlah daerah pada periode 29–31 Mei 2026.





