SUKABUMIUPDATE.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), telah merilis perkembangan awal musim kemarau di Jawa Barat dengan update dasarian II April 2026. Dimana sebagian besar wilayah di Jabar termasuk Sukabumi masih berada dalam kondisi musim hujan.
Berdasarkan data dari BMKG, baru sebagian kecil wilayah yang mulai memasuki musim kemarau. Tercatat, hanya 1 Zona Musim (ZOM) yang telah beralih ke musim kemarau.
Wilayah utara Jawa Barat (Bekasi bagian utara, Karawang, hingga Indramayu) diprediksi akan memasuki musim kemarau lebih awal, yaitu sekitar Maret–April.
Baca Juga: 6 Cara Orang Sunda Memandang Hidup: Pelan dan Penuh Makna, Tapi Kini Mulai Terlupakan
Sementara itu, wilayah yang diperkirakan mengalami awal musim kemarau paling lambat (sekitar Juni) meliputi sebagian Bogor Raya, Cianjur, Bandung Raya, Garut, Tasikmalaya, hingga Pangandaran.
Secara keseluruhan, di Jawa Barat saat ini masih didominasi musim hujan. Sebanyak 96 persen wilayah masih mengalami musim hujan, sementara 2 persen sudah memasuki musim kemarau, dan 2 persen lainnya berada dalam tipe satu musim.
Perkembangan awal musim kemarau di Jawa Barat. | BMKG.
Sukabumi Masih Diguyur Hujan
Di wilayah selatan Jawa Barat, seperti Sukabumi, kondisi musim hujan masih berlangsung. Hingga saat ini, baik Kabupaten maupun Kota Sukabumi belum menunjukkan tanda-tanda akan memasuki musim kemarau.
Berdasarkan update analisis curah hujan dasarian, dimana sekitar 45 persen wilayah Jawa Barat akan mengalami hujan Menengah (50 - 150 mm/ dasarian), 27 persen mengalami hujan Tinggi (200 – 300 mm), 24 persen mengalami hujan Rendah (0 - 50 mm), dan 4 persen wilayah mengalami hujan Sangat Tinggi (> 300 mm).
Sementara itu mengenai prediksi curah hujan Dasarian III April 2026, yang terhitung dari tanggal 21 hingga akhir bulan, sebagian besar wilayah Jawa Barat akan mengalami hujan kriteria hujan menengah (50 - 150 mm/ dasarian).
Baca Juga: Cedera Hamstring saat Membela Barcelona, Lamine Yamal Absen di Piala Dunia 2026?
Sedangkan wilayah di Jawa Barat yang berpotensi hujan tinggi (150 - 300 mm/ dasarian) yaitu Bogor, Sukabumi, dan Cianjur tengah, dengan didominasi sifat hujan dengan Normal (N) hingga Atas Normal (AN).
Kondisi ini menandakan bahwa peralihan menuju musim kemarau di Jawa Barat berlangsung secara bertahap dan belum merata di seluruh daerah.





