Elon Musk Gratiskan Layanan Starlink untuk Korban Banjir Sumatera Hingga Akhir 2025

Sukabumiupdate.com
Minggu 30 Nov 2025, 16:10 WIB
Elon Musk Gratiskan Layanan Starlink untuk Korban Banjir Sumatera Hingga Akhir 2025

Elon Musk Gratiskan Layanan Starlink Sepenuhnya untuk Korban Banjir Sumatera Hingga Akhir 2025 (Foto: Instagram/@elonmusk__official__)

SUKABUMIUPDATE.com – Di tengah keputusasaan akibat jaringan komunikasi seluler yang lumpuh total dihantam banjir bandang dan longsor, sebuah kabar baik datang dari langit. SpaceX, melalui layanan internet satelitnya, Starlink, secara resmi mengumumkan kebijakan kemanusiaan berupa internet gratis sepenuhnya bagi seluruh masyarakat di wilayah terdampak bencana di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kebijakan istimewa ini berlaku untuk pelanggan lama maupun pengguna baru hingga 31 Desember 2025.

Pengumuman ini disampaikan langsung melalui akun resmi platform X @Starlink pada Minggu malam (30/11/2025), memicu gelombang optimisme di lokasi pengungsian.

“Semua layanan Starlink di wilayah bencana Sumatera saat ini GRATIS hingga 31 Desember 2025. Kami bekerja sama erat dengan BNPB, TNI, dan Polri untuk memastikan konektivitas tetap hidup ketika jaringan seluler mati total,” tulis Starlink dalam pernyataan resminya.

Hingga berita ini diterbitkan, kolaborasi antara SpaceX dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah berhasil mengaktifkan setidaknya 12 terminal Starlink di titik-titik vital posko pengungsian. Terminal-terminal ini menjadi pusat komunikasi di daerah yang sebelumnya berstatus blank spot total.

Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, mengkonfirmasi dampak krusial bantuan ini. "Starlink menjadi penyelamat komunikasi di daerah blank spot. Koordinasi evakuasi, distribusi bantuan, dan pendataan korban menjadi jauh lebih cepat dan akurat sejak terminal ini nyala 24 jam lalu," tegas Muhari kepada wartawan di Jakarta, menunjukkan betapa vitalnya konektivitas dalam manajemen bencana.

Baca Juga: Percepat Pemulihan, Dirut PLN Pastikan Langsung Penanganan Kelistrikan Pascabencana Aceh

Salah satu jembatan ambruk disapu banjir di Aceh | Foto : akun X @zoelfickSalah satu jembatan ambruk disapu banjir di Aceh | Foto : akun X @zoelfick

Akses Langsung Tanpa Biaya dan Tanpa Hambatan

Starlink memfasilitasi dua skema akses gratis untuk menjangkau semua lapisan korban:

  1. Untuk Pengungsi di Posko (Akses Tercepat): Pengungsi cukup mendatangi posko terdekat yang sudah terpasang logo Starlink. Jaringan WiFi terbuka dengan nama “Starlink Bencana Sumatera” dapat langsung digunakan bergantian tanpa memerlukan kata sandi. Kecepatan download yang dilaporkan berkisar antara 150–220 Mbps, sebuah kemewahan komunikasi di tengah krisis.
  2. Untuk Warga dengan Terminal Pribadi: Bagi warga terdampak yang memiliki unit Starlink pribadi, mereka dapat mendaftar seperti biasa di www.starlink.com/id dan memilih paket Residential. Setelah aktivasi, mereka diinstruksikan untuk membuka ticket support dengan subjek “Dukungan Banjir Sumatera 2025”. Dengan melampirkan foto KTP dan bukti foto kondisi banjir di sekitar rumah, tagihan bulanan akan dikreditkan 100% hingga akhir tahun dalam hitungan jam.

Juru bicara Starlink Indonesia yang memilih anonim menambahkan, "Biaya hardware kit bagi warga terdampak yang benar-benar tidak mampu juga sedang diupayakan digratiskan melalui skema donasi dari SpaceX. Ini adalah komitmen jangka panjang kami."

Baca Juga: Prof. Humam Minta 3 Gubernur Desak Pusat Nyatakan Bencana Nasional untuk Banjir Sumatera

Dampak Kemanusiaan dan Rekor Durasi Bantuan

Program gratis di Indonesia ini mencatat rekor sebagai durasi bantuan bencana terlama yang pernah diinisiasi Starlink. Sebagai perbandingan, September 2024 lalu, korban Badai Helene di North Carolina hanya menerima layanan gratis selama 30 hari. Kebijakan satu bulan penuh tanpa syarat di Sumatera ini mencerminkan tingkat keparahan bencana yang dihadapi.

Kehadiran koneksi berkecepatan tinggi ini langsung viral, terutama di platform TikTok dan X. Kisah-kisah haru bermunculan, salah satunya Rizki (29), warga Desa Lae Bangko, Singkil, Aceh, yang berhasil video call keluarganya di Jakarta setelah empat hari hilang kontak. “Kami tidak menyangka di tengah banjir bandang bisa live streaming kondisi kampung. Starlink benar-benar luar biasa, membantu kami memberitahu dunia bahwa kami selamat,” ujar Rizki.

Permintaan terhadap terminal Starlink langsung melonjak pasca pengumuman. Slot pemasangan baru di ketiga provinsi langsung sold out hanya dalam 40 menit, mengindikasikan kebutuhan mendesak masyarakat. Pemerintah daerah Sumatera Utara dan Sumatera Barat menyatakan siap memperpanjang kerja sama ini jika situasi banjir belum membaik hingga Januari 2026. Ini adalah perpaduan antara teknologi ambisius dan kemanusiaan yang kritis, menunjukkan bahwa di saat terdesak, koneksi adalah nafas harapan.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini