Di Sukabumi Harga Telur dan Ayam Mulai Turun, UPTD: Dipengaruhi Libur MBG

Sukabumiupdate.com
Rabu 24 Jun 2026, 16:51 WIB
Di Sukabumi Harga Telur dan Ayam Mulai Turun, UPTD: Dipengaruhi Libur MBG

Ilustrasi AI. harga telur dan ayam (Sumber: copilot)

SUKABUMIUPDATE.com - Sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat mulai mengalami penurunan harga, dalam dua pekan terakhir. UPTD Pasar Semi Modern Parungkuda, mencatat harga telur dan daging ayam turun bersamaan dengan berkurangnya serapan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang libur selama masa evaluasi dan liburan sekolah.

Petugas Pencatat Harga Sembako UPTD Pasar Parungkuda, Enjang Krismon, mengatakan secara umum tidak ada perubahan harga yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi harga kebutuhan pokok di Pasar Parungkuda masih tergolong normal.

"Kalau dari perubahan yang signifikan sih enggak ada. Sementara masih normal. Cuma dari beberapa komoditas ada yang naik turun, seperti cabai, bawang, dan sayur-sayuran. Itu bisa disebabkan faktor stok dari petani," kata Enjang kepada sukabumiupdate.com, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga: Warga Pesisir Soroti 25 Tahun Dermaga Mangrak, Syukuran Hari Nelayan Cisolok ke-29

Menurut Enjang, komoditas yang mengalami penurunan harga adalah telur ayam dan daging ayam. Penurunan tersebut mulai terjadi sejak awal bulan Juni 2026.

"Kalau telur dan daging ayam itu lambat laun dari awal bulan sudah mengalami penurunan. Mungkin pasokan sudah lumayan banyak juga," ujarnya.

Ia menambahkan, penghentian sementara program MBG saat libur sekolah juga diduga turut mempengaruhi harga daging ayam dan telur di pasaran. "Terus dari faktor mungkin MBG yang anak sekolahnya pada libur ataupun MBG-nya di-stop sementara, ini mempengaruhi lah harga daging mulai agak turun," ucapnya.

Baca Juga: Aksi Dukung MBG, Koordinator: Aspirasi Murni dari Berbagai unsur Masyarakat se-Sukabumi Raya

Enjang menyebut harga daging ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram kini turun sekitar Rp3 ribu hingga Rp4 ribu menjadi Rp34 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam yang sebelumnya berkisar Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram saat ini berada pada kisaran Rp26 ribu hingga Rp27 ribu per kilogram.

"Sekarang untuk hari ini harga telur Rp26 ribu sampai Rp27 ribu dan masih stabil, kalau di komoditas daging sama telur ada penurunan," katanya.

Di sisi lain, harga cabai masih berfluktuasi mengikuti kondisi pasokan dari petani maupun pasar induk. Menurut Enjang, ketika stok berkurang sementara permintaan meningkat, harga di tingkat pedagang akan ikut naik.

Baca Juga: Tanggapi Isu Massa Bayaran, Panitia Aksi Peduli MBG di Sukabumi: Itu Settingan atau?

"Untuk input dari pedagang sih enggak begitu ramai. Mungkin ada efeknya, sehingga masyarakat merasakan penurunan harga tersebut, tapi nggak terlalu signifikan," katanya.

Ia menjelaskan sebagian pedagang memang pernah memasok kebutuhan untuk dapur MBG. Namun, sebagian besar kebutuhan program tersebut diperoleh langsung dari agen atau pemasok.

"Kalau dari pedagang mungkin sebagian ada yang memasok. Tapi kebanyakan enggak terlalu. Misalnya buah, itu biasanya langsung dari agen ke dapur," ujar Enjang.

Baca Juga: Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Urus Pertanian dan Tentara Ada di Sawah

Menurutnya, saat program MBG berjalan, sebagian pedagang justru merasakan harga sejumlah komoditas cenderung naik karena meningkatnya permintaan. Adapun kondisi stok pangan di Pasar Parungkuda saat ini dipastikan masih aman. "Kalau untuk kondisi sekarang stok alhamdulillah normal, telur juga banyak. Masih normal," katanya.

Enjang menambahkan, UPTD Pasar Parungkuda melakukan pemantauan harga komoditas setiap hari. "Jika ditemukan kenaikan harga akibat keterbatasan stok atau faktor lainnya, petugas akan langsung melakukan pengecekan di lapangan dan melaporkannya," pungkasnya.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini