Pemprov Jabar Dorong Sorgum Jadi Penguat Ketahanan Pangan dan Energi Terbarukan

Sukabumiupdate.com
Jumat 06 Mar 2026, 11:14 WIB
Pemprov Jabar Dorong Sorgum Jadi Penguat Ketahanan Pangan dan Energi Terbarukan

Kepala Distanhorti Jabar, Dadan Hidayat (kanan) mendampingi Wagub Erwan Setiawan dalam kegiatan Panen Tanaman Sorgum serta Penandatanganan Komitmen Bersama tentang Pengolahan Lahan Sorgum. (Sumber : IG Distanhorti Jabar)

SUKABUMIUPDATE.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggenjot pengembangan komoditas sorgum sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus penyediaan energi terbarukan. Komitmen ini ditunjukkan melalui kegiatan panen raya dan penandatanganan kesepakatan pengolahan lahan sorgum di lahan Satpel UPTD Balai Benih Padi dan Palawija Plumbon, Kabupaten Cirebon, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Jabar, Dadan Hidayat. Hadir pula jajaran Direksi PT Dirgantara Indonesia, Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, serta tokoh masyarakat Jawa Barat, H. Umuh Muchtar.

Dalam panen perdana di lahan seluas 1,5 hektare tersebut, tercatat total hasil panen mencapai 1,5 ton. Hasil ini tidak hanya berhenti di angka konsumsi, melainkan akan dijadikan benih pokok untuk perluasan lahan tanam hingga 150 hektare ke depannya.

Baca Juga: Pemprov Jabar Teken Kesepakatan Strategis Rebana dan Sampah Regional, Distanhorti Hadir

Tak hanya bulir sorgumnya yang bernilai, batang tanaman ini juga memiliki potensi ekonomi yang besar. Sekitar 10 hingga 15 ton batang sorgum yang dihasilkan akan diserap oleh PT PLN (Persero) sebagai bahan baku biomassa untuk mendukung pembangkit tenaga listrik.

Kepala Distanhorti Jabar, Dadan Hidayat, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pertanian yang inovatif dan mandiri.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan komoditas sorgum sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan energi terbarukan. Melalui kolaborasi bersama berbagai pihak, diharapkan dapat tercipta ekosistem pertanian yang inovatif, produktif, dan mandiri, sekaligus meningkatkan kualitas serta kapasitas petani dan pelaku usaha di sektor pertanian sorgum di Jawa Barat," ujarnya. (adv)

Berita Terkait
Berita Terkini