SUKABUMIUPDATE.com – Kerusakan lapangan Stadion Suryakencana, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, usai gelaran konser musik bertajuk Terambyar Fest pada Minggu (19/4/2026), menjadi perhatian Pemerintah Kota Sukabumi. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pantauan langsung sukabumiupdate.com di lokasi menunjukkan rumput lapangan mengalami kerusakan cukup parah, nampak rusak dengan banyak bagian tergenang air dan berubah menjadi kubangan lumpur. Bekas becekan masih terlihat di sejumlah titik, sementara sampah berserakan di area stadion, menambah kesan kumuh pada fasilitas olahraga tersebut.
Kepala Disporapar Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, mengatakan pihaknya masih menunggu laporan resmi dari pengelola sebelum mengambil langkah lanjutan. Evaluasi akan dilakukan sebagai dasar untuk menentukan tindak lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Sesuai dengan prosedur terkait dengan itu kita akan evaluasi terlebih dahulu nanti kita akan segera akan tindak lanjuti dari hasil evaluasi terhadap kegiatan festival kemarin,” ujarnya.
Baca Juga: ABK Asal Sukabumi Meninggal Mendadak di China, Disnakertrans Fasilitasi Pemulangan Hingga Tuntas
Ia mengakui, kondisi cuaca saat konser berlangsung turut memengaruhi jalannya acara hingga berdampak pada kondisi lapangan stadion.
“Memang kegiatan kemarin konser sambil hujan jadi belok dan bala, ya itulah kita akan lakukan evaluasi terlebih dahulu. Sesuai kewenangan saya akan tindaklanjuti, sampai saat ini kegiatan baru selesai tadi malam. Saya juga belum mendapatkan laporan resmi dari pengelola,” lanjutnya.
Penampakan sampah yang berserakan usai gelaran konser musik terambyar fest di stadion suryakencana, Warudoyong, Kota Sukabumi.
Rahmat juga menjelaskan, penggunaan stadion dalam kegiatan tersebut bukan dalam bentuk kontrak kerja sama, melainkan skema sewa seperti biasa.
“Ini bukan kontrak kerjasama, sewa menyewa seperti biasa pembayaran,” katanya.
Terkait adanya uang jaminan, ia menyebutkan bahwa hal tersebut belum diberlakukan. Ke depan, pihaknya akan mengkaji berbagai aspek berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan.
Baca Juga: 2 Tahun Berlalu, Penyintas Bencana Tanah Bergerak Cihurang Bertaruh Nasib di Bawah Reruntuhan
“Uang jaminan? Tidak ada, nanti hasil evaluasi saya akan melakukan kajian, dari nanti evaluasi itu baru akan melakukan apa apa yang menurut aturan harus kita lakukan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rahmat menekankan bahwa keterbatasan destinasi wisata di Kota Sukabumi menjadi alasan pemerintah mendorong penyelenggaraan event sebagai daya tarik kunjungan. Namun, hal tersebut juga harus diimbangi dengan kesiapan fasilitas yang memadai.
“Kita itu kan kota kecil yang tidak punya apa-apa dari sektor kepariwisataan kita gak ounya destinasi wisata dari berbasis SDA, wisata juga gak ounya. Makanya satu satunya harapan kita dari kreatifitas salah satunya membuat event2 yang membuat kunjungan ke kota Sukabumi itu semakin banyak," ucapnya.
"Tapi konsekuensinya kita butuh fasilitas yang bagus, stadion bisa direnovasi, kemudian pak walikota juga berkeinginan membangun lapdek jilid dua jadi event bisa gitu jadi nanti banyak pilihan untuk event organizer untuk melakukan kegiatan yang dapat menjadi magnet kunjungan ke kota Sukabumi,” paparnya.



