SUKABUMIUPDATE.com - Kerusakan lapang Surken (Suryakencana) usai konser musik, Minggu malam 19 April 2026 jadi sorotan publik. Kota Sukabumi tak memiliki fasilitas mumpuni untuk industri kreatif yang mulai bertumbuh.
Sejak senin pagi tadi (20/4/2026), konten kondisi lapang olahraga surken viral di media sosial. Rumput berubah menjadi lumpur dan sampah berserakan dimana - mana, sisah keramaian konser musik dalam rangka Hari Jadi Kota Sukabumi ke-112.
Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asyari menegaskan kerusakan lapang surken pasca konser musik hari jadi 112 adalah fakta tak terbantahkan. “Fasilitas olahraga kita rusak dari acara yang menjadi kebanggaan yaitu konser musik dalam rangka hari jadi kota sukabumi ke 112,” jelasnya.
Baca Juga: Santri di Parakansalak Sukabumi Tewas Terjatuh dari Lantai 2, Ponpes Ungkap Kronologi
Kepada sukabumiupdate.com, via sambungan telepon Rojab meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh. “Pemkot ini pengen olahraga khususnya sepakbola maju di satu sisi dan industri kreatif berkembang pesat di sisi lain. Masalahnya dua bidang ini nggak bisa disatukan bersamaan lapang atau stadion suryakencana saat ini.”
Menurut Rojab, Stadion Surken saat ini belum ditangani secara profesional untuk memfasilitasi olahraga dan industri kreatif. “Keduanya memiliki potensi dan harus mendapatkan dukungan penuh. Industri kreatif kita lagi bersemangat, dunia sepak bola Kota Sukabumi pun tengah berangkat bangkit. Jadi jangan dikorbankan satu demi lainnya. Keduanya harus didukung,” beber politis PDIP ini lebih jauh.
Langkah pertama, lanjut Rojab, pemkot harus melakukan penataan kembali lapang suryakencana yang rusak pasca konser. Ini menjadi penting agar kemarahan publik tak berlarut.
Baca Juga: 3 Alasan Mengapa Perlu Menyediakan Alat Perkakas di Rumah
Selanjutnya pemkot harus merencanakan pengembangan potensi dunia olahraga, khususnya sepakbola dengan klub kebanggaan daerah. “Ini kalau nggak salah jadi salah satu janji politik pasangan kepala daerah saat ini. Revitalisasi fasilitas olahraga lapang surken.” lanjut Rojab.
Kemudian yang tak kalah penting, lanjut Rojab pemkot harus melihat geliat potensi industri kreatif Kota Sukabumi yang terus bertumbuh, yang perlu mendapatkan perhatian dan fasilitasi. “Gelaran konser mudik sangat perlu dievaluasi, bagaimana penataan pasca kegiatan. Sampah dibiarkan sampai besoknya, itukan nggak bagus. Rumput yang rusak jangan dibiarkan, penangananya cepat,” pungkasnya.


