Diterjang Angin Kencang, Dapur Rumah Sepasang Lansia di Cicurug Ambruk Dini Hari

Sukabumiupdate.com
Senin 20 Apr 2026, 22:23 WIB
Diterjang Angin Kencang, Dapur Rumah Sepasang Lansia di Cicurug Ambruk Dini Hari

Kondisi dapur milik sepasang lansia di Cicurug, Sukabumi yang ambruk usai diterjang hujan disertai angin kencang. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cicurug sejak dini hari berubah menjadi petaka bagi sepasang lansia di Kampung Legok Picung RT 002/RW 005, Desa Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Dapur rumah milik Udin Saepudin (82) ambruk setelah diterjang angin kencang, Senin (20/4/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Peristiwa itu terjadi saat cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut. Di tengah derasnya hujan dan tiupan angin yang semakin menguat, bagian atap dapur rumah yang dihuni sepasang lansia Udin bersama istrinya, Cicah (80), tak lagi mampu bertahan hingga akhirnya roboh.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cicurug, M. Abdul Rizki, menjelaskan bahwa kondisi cuaca menjadi faktor utama penyebab ambruknya bangunan tersebut.

“Hujan deras disertai angin mengakibatkan atap rumah bagian dapur ambruk. Saat ini dapur sudah tidak bisa digunakan,” ujarnya.

Baca Juga: Update Kasus Kematian Nizam: Susul Ibu Tiri, Ayah Kandung Resmi Jadi Tersangka

Meski kejadian berlangsung cukup mencekam di tengah malam, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Namun, satu kepala keluarga dengan dua jiwa terdampak harus menghadapi kerusakan pada bagian penting rumah mereka.

Tak lama setelah kejadian, petugas gabungan bersama warga langsung bergerak cepat menuju lokasi. Suasana gotong royong pun terlihat saat warga bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan, sekaligus menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.

“Petugas sudah berkoordinasi dengan perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Tagana dan relawan untuk penanganan di lapangan, serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” kata Rizki.

Di sisi lain, kebutuhan mendesak bagi korban mulai teridentifikasi, terutama material bangunan seperti genteng atau asbes untuk memperbaiki dapur yang kini tak lagi bisa difungsikan.

Berita Terkait
Berita Terkini