Omzet Turun, Perajin Tahu di Sukabumi Terimbas Naiknya Harga Kedelai

Omzet Turun, Perajin Tahu di Sukabumi Terimbas Naiknya Harga Kedelai

SUKABUMIUPDATE.com - Perajin tahu di Kota Sukabumi terimbas naiknya harga kacang kedelai. Mereka mengeluhkan turunnya omzet.

Perajin tahu menyebut setiap minggu sejak bulan Januari hingga awal Februari, kedelai mengalami kenaikan Rp 200 hingga Rp 300. Dari awalnya Rp 8.000 menjadi Rp 9.000 per Kg dan di pertengahan bulan Februari harga kedelai menjadi Rp 11.000 per Kg.

Baca Juga :

Kendati bahan baku naik, perajin masih menjual tahu Rp 5.500 perkantong. Kondisi tersebut yang membuat omzet turun, karena harga jual masih tetap sama saja, tapi perajin tahu mesti mengeluarkan modal yang lebih besar karena harga kedelainya naik.

“Tentu itu menjadi salah satu masalah bagi pabrik pembuat tahu dengan adanya situasi seperti sekarang imbasnya itu ke omzet,” kata Devi kepala produksi pabrik tahu yang berlokasi di Jalan letnan T Asmita, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Kota sukabumi kepada sukabumiupdate.com, Kamis(17/2/2022).

Devi berharap pemerintah memberikan solusi untuk kondisi ini. "Kami harap untuk situasi saat ini terjadi segera bisa terselesaikan untuk kenyamanan pembuat tahu dan pembuat tempe yang lainnya," pungkas Devi.

Reporter: CRP 1

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB