Disuntik Vaksin Kedua, Kepercayaan Diri Kadinkes Kabupaten Sukabumi Naik

Disuntik Vaksin Kedua, Kepercayaan Diri Kadinkes Kabupaten Sukabumi Naik

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sukabumi Harun Al Rasyid telah menerima vaksin Sinovac dosis kedua di Puskesmas Cisaat, Jumat (12/2/2021). Pemberian dosis kedua ini dilakukan setelah 14 hari dari suntikan dosis pertama pada Jumat (29/1/2021) lalu. 

Setelah penyuntikan vaksin dosis kedua ini, Harun menyatakan merasa semakin percaya diri dalam menanggulangi Covid-19. 

Baca Juga: Ini Lansia Pertama di Kabupaten Sukabumi yang Disuntik Vaksin Covid-19

"Relatif tidak ada permasalahan yang timbul yang diakibatkan oleh vaksinasi, malah menimbulkan kepercayaan diri kepada kita apabila sudah divaksin sudah ada satu proses ikhtiar dalam rangka mempercepat pencegahan dan penanggulangan Covid-19," ungkap Harun kepada sukabumiupdate.com. 

Kendati demikian, protokol kesehatan atau prokes harus tetap dipergunakan. Menurut dia, bahwa vaksinasi itu adalah sebuah proses ikhtiar, minimal sudah terbentuk daya tahan tubuh dengan pemberian vaksin. 

"Tapi bukan berarti apabila sudah divaksin tidak kena, itu tidak bisa dikatakan begitu," tegas Harun. 

Harun mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung vaksinasi. Dengan mendukung, berarti ikut berikhtiar di dalam mempercepat pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Harun menyatakan masyarakat tak perlu takut dengan vaksin sebab dilakukan dengan prosedur yang ketat. 

Ingat Pesan Ibu: Wajib 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas serta aktivitas di luar rumah). Redaksi sukabumiupdate.com mengajak seluruh pembaca untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di setiap kegiatan.

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB