Update 15/10: Klaster Keluarga Terus Bertambah, 2 Warga Cicurug Sukabumi Terpapar Corona

Update 15/10: Klaster Keluarga Terus Bertambah, 2 Warga Cicurug Sukabumi Terpapar Corona

SUKABUMIUPDATE.com – Kasus covid-19 yang berasal dari klaster keluarga terus terjadi di Kabupaten Sukabumi. Dua warga Cicurug hari ini, Kamis (15/10/2020) diumumkan terkonfirmasi corona dengan riwayat sebagai kontak erat dari pasien positif covid-19 sebelumnya.

Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi mengumumkan dua pasien yang hari diumumkan positif corona berasal dari Cicurug. Terdiri dari perempuan berusia 47 tahun dan laki-laki berusia 22 tahun. “Alamatnya sama,” jelas Yulia Handayani staf komunikasi publik, juru bicara satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi kepada sukabumiupdate.com.

“Dua pasien ini, satu dirawat di rumah sakit rujukan yang satunya isolasi mandiri di rumah,” sambung Yulia.

Selain mengumumkan penambahan pasien terkonfirmasi, Satgas juga merilis informasi kesembuhan tiga pasien covid-19. “Yang sembuh, perempuan usia 48 tahun dari Cicurug, laki-laki usia 22 tahun dari Bojonggenteng dan perempuan usia 33 tahun dari Purabaya,” pungkasnya.

BACA JUGA: Update 14/10: Pasien Covid-19 di Kabupaten Sukabumi 312 Orang, Bertambah 3 Kasus

Dari 314 kasus positif covid-19 yang didata satgas Kabupaten Sukabumi selama ini, 40 pasien masih dirawat baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri. 270 pasien sudah dinyatakan sembuh dan 4 kasus meninggal dunia.

Satgas juga masih memantau kondisi kesehatan 38 warga Kabupaten Sukabumi yang saat ini berstatus suspect karena mengalami gangguan kesehatan ringan. Masih ada 274 orang yang berstatus kontak erat dari pasien terkonfirmasi positif yang saat ini menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

Ingat pesan ibu: Wajib 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun). Redaksi sukabumiupdate.com mengajak seluruh pembaca untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di setiap kegiatan.

 

 

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB