Cut and Fill Perumahaan Selenia Cibadak Regency, Jalan dan Rumah Warga Terendam Lumpur

Kamis 04 April 2019, 16:41 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Rumah warga dan jalan perkampungan di Kampung Gunung Karang, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi terendam lumpur. Banjir lumpur disebabkan cut and fill pembangunan perumahaan Selenia Cibadak Regency (SCR).

Informasi yang dihimpun, lumpur mulai menggenang pada Rabu (3/4/2019) sekitar pukul 17.00 WIB. Warga akhirnya protes lantaran material lumpur yang menutupi badan jalan tidak langsung ditangani pengembang.

BACA JUGA: Longsor, Tebing Perumahan Tapos Asri Cidahu Tutup Irigasi Tiga Kecamatan di Sukabumi

Kepala Desa Warnajati, Hilmi Berhikmat mengatakan, banjir lumpur tersebut terjadi karena tersumbatnya air hujan dari proyek pembangunan pemotongan lahan atau Cut and Fill.

"Harusnya air itu mengalir ke saluran air, namun terhambat dengan adanya cut and fill," kata Hilmi kepada sukabumiupdate.com, Kamis (4/4/2019).

Jalan perkampungan Gunung Karang, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi terendam lumpur akibat cur and fill pembangunan perumahaan Selenia Cibadak Regency (SCR). | Sumber Foto: Ruslan AG

Hilmi mengatakan, jika saluran air tidak segera diperbaiki, maka banjir lumpur akan kembali terjadi saat turun hujan deras. Ia mengaku sudah meminta pihak developer atau pengembang untuk segera membersihkan material lumpur di badan jalan. Pasalnya, jalan tersebut banyak dilalui oleh warga.

BACA JUGA: Pengembang Perumahan Kabur, Pemkab Sukabumi Pastikan Sapras Ditangani Disperkimsih

"Bahkan tidak hanya itu, Kami pun sudah meminta kepada pihak kecamatan melalui Satpol PP untuk mengecek kelengkapan izin kegiatan tersebut. Kalaupun SPPL dari DLH sudah ada, harusnya dalam pelaksanaan tidak menimbulkan permasalahan seperti ini," jelas Hilmi.

Sementara itu, Wakil Ketua BPD Warnajati, Ade Sutisna meminta Pemkab Sukabumi agar segera turun ke lokasi untuk memastikan kegiatan tersebut, apakah telah mendapatkan izin atau belum.

BACA JUGA: Pemkab Sukabumi Bakal Bentuk Pokja Tata Perumahan dan Kawasan Pemukiman

"Kalau izinnya sudah ada, tolong dievaluasi apakah saran dan rekomendasi teknis dari DLH-nya diikuti? Apakah dilaksanakan atau tidak? Kalaupun dilaksanakan kenapa banjir lumpur bisa terjadi," kesal Ade.

Pantauan sukabumiupdate.com di lokasi, belum ada pendangkalan atau pengerukan lumpur serta pengerjaan perbaikan saluran air oleh pihak pengembang SCR. Yang terlihat hanya beberapa warga yang melakukan pengerukan dengan menggunakan cangkul.

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkini
Food & Travel04 Mei 2024, 07:00 WIB

9 Langkah Mudah, Ini Cara Membuat Air Jeruk Peras untuk Menjaga Gula Darah Stabil

Berikut Sembilan Langkah Mudah untuk Membuat Air Jeruk Peras untuk Menjaga Gula Darah Stabil. Yuk, Coba!
Jeruk peras memiliki banyak manfaat kesehatan karena kandungan nutrisi yang kaya, terutama vitamin C. (Sumber : Pexels/pixabay)
Sukabumi04 Mei 2024, 06:28 WIB

KAI akan Tutup Perlintasan Liar TKP Pasutri Tertabrak Kereta di Kebonpedes Sukabumi

Lokasi kejadian pasutri tertabrak KA Siliwangi di Kebonpedes Sukabumi merupakan perlintasan sebidang liar.
Lokasi kejadian pasutri tertabrak kereta api KA Siliwangi di Kebonpedes Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Science04 Mei 2024, 06:00 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Barat 4 Mei 2024, Cek Dulu Langit Sebelum Berakhir Pekan

Prakiraan cuaca hari ini wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya Sabtu 4 September 2024.
Prakiraan cuaca hari ini wilayah Jawa Barat termasuk Sukabumi dan sekitarnya Sabtu 4 September 2024. (Sumber : Freepik/@wirestock)
Sukabumi04 Mei 2024, 00:01 WIB

Bayi Baru Lahir Ditemukan Menangis di Semak-semak Gegerkan Warga Gunungguruh Sukabumi

Berawal dari suara tangis, Warga Gunungguruh Sukabumi temukan bayi baru lahir berlumuran darah di semak-semak.
Penemuan bayi laki-laki baru lahir di Gunungguruh Sukabumi. Ditemukan menangis di semak-semak kebun. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi03 Mei 2024, 21:46 WIB

5 Perangkat Daerah Kabupaten Sukabumi Akan Dinilai Ombudsman, Ini Arahan Sekda

5 perangkat daerah Kabupaten Sukabumi yang akan dinilai Ombudsman yaitu DPMPTSP, Dinsos, Dinkes, Disdik dan Disdukcapil.
Sekda kabupaten Sukabumi Ade Suryaman, memimpin rapat pembahasan persiapan penilaian pelayanan publik oleh Ombudsman. (Sumber : Dokpim Pemkab Sukabumi)
Life03 Mei 2024, 21:00 WIB

12 Tips Menghadapi Orang Egois yang Selalu Merasa Benar

Berikut Beberapa Tips Menghadapi Orang Egois yang Selalu Merasa Benar. Meskipun Hati Sangat Kesal pada Mereka, Coba untuk Tetap Empati Ya!
Ilustrasi. Pasangan bertengkar. Tips Menghadapi Orang Egois yang Selalu Merasa Benar. (Sumber : Freepik.com)
Sehat03 Mei 2024, 20:30 WIB

7 Daun yang Berkhasiat Membantu Menurunkan Kadar Gula Darah dalam Tubuh

Daun-daun ini dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.
Ilustrasi daun kelor. Daun-daun ini dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. (Sumber : Instagram/@dina_dara_chadank)
Sukabumi03 Mei 2024, 20:08 WIB

Kronologi Pasutri Tewas Tertabrak KA Siliwangi di Sukabumi, Korban Sudah Diteriaki

Warga ceritakan detik-detik suami istri tewas tertabrak kereta api KA Siliwangi di Kebonpedes Sukabumi.
Tempat Kejadian Perkara Pasutri tertabrak kereta api di Kampung Babakansirna, Rt 03/04, Desa/Kecamatan Kebonpedes, Sukabumi. (Sumber : SU/Asep Awaludin)
Keuangan03 Mei 2024, 20:00 WIB

10 Kebiasaan Sepele yang Bisa Membuat Hidupmu Miskin, Jangan Lakukan!

Waspada Terhadap Kebiasaan Sepele yang Bisa Membuat Hidupmu Miskin, Jangan Lakukan!
Finansial Terbatas. Kebiasaan Sepele yang Bisa Membuat Hidup Miskin | Foto : Karolina Grabowska/Pexels
Gadget03 Mei 2024, 19:30 WIB

Begini Langkahnya, 7 Tips Mengatasi Memori Internal yang Penuh di HP Android

Ada beberapa cara untuk mengatasi memori internal HP yang penuh.
Ilustrasi. Ada beberapa cara untuk mengatasi memori internal HP yang penuh.(Sumber : Freepik/@rawpixel.com)