SUKABUMIUPDATE.com - Ormas Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Sukabumi dan Paguron Sapujagat Sukabumi sepakat untuk meredam konflik serta menyatakan damai pasca terjadinya bentrokan di Kampung Liunggunung, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi, Sabtu (15/9/2018).
Pernyataan damai dilakukan pihak MPC PP Kabupaten Sukabumi yang diwakili Sekjen MPC Nano Wigi Kartapraja dan dari pihak Sapujagat diwakili Ketua Sapujagat Cisero Ustadz Asep Mukarom Anwarulloh.
Pimpinan kedua belah pihak menyatakan damai di hadapan Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro, serta Dandim 0607/Sukabumi Letkol Arm Mujahidin.
BACA JUGA: Dua Ormas Bentrok, Nyalindung Sukabumi Mencekam
"Kami, dari pihak MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Sukabumi menyerahkan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum. Dan kami sudah meredam supaya jangan ada gerakan-gerakan yang tidak diinginkan," singkat Nano.
Di tempat yang sama, pimpinan Paguron Sapujagat, Ustadz Asep Mukarom Anwarulloh menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman anggotanya di lapangan. Ia juga meminta kepada seluruh jamaah Paguron Sapujagat Sukabumi agar bisa menahan diri.
"Ada sesuatu, bisa dimusyawarahkan di Poskab Sapujagat," timpal Asep.
BACA JUGA: Gara-Gara Tawuran Pelajar, LSM dan Warga Nyaris Bentrok di Cibeureum Kota Sukabumi
Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro mengimbau kepada seluruh anggota Pemuda Pancasila dan Sapujagat agar tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi berbagai isu dan pemberitaan di media sosial.
"Semua sudah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum," pungkas Susatyo.
Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi mengungkapkan, setelah pernyataan damai ini maka tidak ada lagi permasalahan diantara kedua ormas.
"Sapujagat dan PP bersaudara dan tidak ada permasalah lagi," tegasnya.
