SUKABUMIUDPATE.com - Gelombang tinggi dan potensi banjir rob di perairan pesisir Sukabumi Jawa Barat telah diprediksi. BMKG meminta waspada bagi masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
Dikutip dari BMKG, pada 3 Januari 2026 akan ada Bulan Purnama yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Berdasarkan Pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia, diantaranya Pesisir Jawa Barat.
Potensi Banjir Rob Pesisir Selatan Jawa Barat:
- Kabupaten Bekasi & Kab Karawang pada 30 Desember 2025 - 7 Januari 2026
- Cianjur, Sukabumi, Garut, Tasik dan Pangandaran pada 1 - 8 Januari 2026
Dalam rilisnya, BMKG juga menyebut adanya Siklon Tropis TC Iggy (15.2°LS, 109.5°BT) di Samudra Hindia selatan DIY–Jawa Tengah memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Indonesia.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Utara hingga Timur dengan kecepatan angin berkisar 6–35 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8–35 knot.
Kecepatan angin tertinggi juga terpantau di Laut Natuna Utara, Laut Jawa, Samudra Hindia barat Lampung, dan Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat.
BMKG lalu memberikan peringatan dini terkait informasi Tinggi Gelombang Wilayah Perairan Indonesia berlaku mulai tanggal 3 Januari 2026 Pukul 07.00 WIB - 6 Januari 2026 Pukul 07.00 WIB.
Tinggi Gelombang 1.25 - 2.5 m
- Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kep. Nias, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Jawa Timur 1 Samudra Hindia selatan Bali Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan NTT, Selat Karimata bagian utara, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian tengah, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian utara, Selat Makassar bagian tengah, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sulawesi bagian barat, Laut Sulawesi bagian tengah, Laut Sulawesi bagian timur, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Pasifik utara Papua, Laut Arafuru bagian Utara dan Laut Arafuru bagian timur
Berisiko terhadap keselamatan pelayaran: Perahu Nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 m- Kapal Tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 m.
Lalu Tinggi Gelombang 2.5 - 4.0 m juga berpeluang terjadi di:
- Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Laut Natuna Utara, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Laut Arafuru bagian tengah, dan Laut Arafuru bagian timur.
Kondisi Gelombang di Jakarta dan Jawa Barat
Pada periode 3 Januari 2026 07:00 WIB hingga 6 Januari 2026 07:00 WIB, beberapa wilayah di pesisir Jawa Barat potensi terjadi gelombang kategori sedang diantaranya:
- Perairan Sukabumi
- Perairan Tasikmalaya
- Perairan Garut
- Perairan Pangandaran
- Perairan Cianjur
Dimana kondisi sinoptik melaporkan pola angin di wilayah Perairan Jakarta dan Jawa Barat bagian utara umumnya bergerak dari Barat hingga Utara dengan kecepatan angin berkisar 10 - 20 knot.
Sedangkan di wilayah Jawa Barat bagian selatan umumnya bergerak dari Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 10 - 30 knot. Selain itu, kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Sukabumi, Perairan Cianjur dan Perairan Garut yang juga dapat berkontribusi terhadap tinggi gelombang.






