SUKABUMIUPDATE.com - Jaidah (39 tahun) warga Kampung Cigombong, Desa Cibodas, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi selama tujuh tahun tak diketahui keberadaanya. Ibu dua anak yang disapa Idah ini terakhir kali diketahui pergi ke Kepulauan Bangka untuk bekerja.
Ibu Idah, Tusih (68 tahun) mengungkapkan tidak pernah mengizinkan anaknya pergi bekerja ke luar kota apalagi tujuanya belum jelas. Namun Idah tetap nekat berangkat.
BACA JUGA:Â Tak Kunjung Pulang, Siswi SMP Asal Sukabumi Dibawa Seorang Perempuan Tak Dikenal
"Saat itu saya tak ijinkan anak saya untuk bekerja, karena perasaan saya sudah tidak enak. Apalagi saat itu Idah dijemput seorang lelaki membawa mobil dan saya lihat banyak wanita di mobil itu," ungkap Tusih pada sukabumiupdate.com.
Tusih menuturkan Idah sempat menikah dengan Iwan, seorang karyawan Kantor Pos dan tinggal menetap di Jakarta. Dari pernikahannya pasangan ini dikaruniai dua orang anak, Siva dan Diva.
Saat anak-anaknya masih balita, Idah dan iwan bercerai. Idah bersama anaknya akhirnya memutuskan pulang dan tinggal bersama Tusih di Kampung Cigombong, Desa Cibodas, Kecamatan Cibitung.
BACA JUGA:Â Biadab ! Seorang Pria Culik dan Perkosa Siswi SMA Asal Cibadak Sukabumi
Selama tinggal di kampung, Idah dan kedua anaknya menggantungkan hidup dari Tusih yang bekerja sebagai buruh di Perkebunan Karet Cikaso.
Sebab mantan suami Idah tak pernah memberi biaya. Dalam keadaan ini Idah pun nekat berangkat bekerja ke Sumatera, tak diketahui melalui ajakan siapa dan hingga kini tak ada kabar.
"Kami hanya ingin ibu kami pulang, kasihan nenek sudah sakit-sakitan tak sanggup lagi mengurusi kami," ungkap Siva (12 tahun) anak pertama Idah.
Siva kini telah duduk di bangku kelas 5 sedangkan Diva (9 tahun) merupakan siswi kelas 3, keduanya sekolah di SDN Cibodas.
BACA JUGA:Â Lima Hari, Gadis Asal Nyalindung Sukabumi Dinyatakan Hilang
Tusih yang saat ini hanya bekerja sebagai buruh dan penjual pakis tak bisa berbuat banyak, ia hanya ingin anaknya kembali.
"Idah atau Iwan di manapun kalian berada, cepat pulang. Kasian anak kalian tidak punya orangtua," pungkas Tusih.
