SUKABUMIUPDATE.com -Â Aep bin Burhan (38 tahun), warga Kampung Babakan RT 03/08, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ditemukan istrinya, Aisyah (26 tahun) tewas tergantung di kamarnya, Kamis (3/8/2017) malam.
Informasi dihimpun, pasangan suami istri (Pasutri) itu sebelumnya telah merencanakan perayaan ulang tahun anaknya, pada hari ini (Jumat-red). Hingga kini belum diketahui pasti penyebab meninggalnya.
BACA JUGA:Â DPO Asal Kota Sukabumi Gandir di Cijumre Kabupaten Sukabumi
Aisyah mengatakan, suaminya (Aep) yang bekerja di pabrik makanan ringan tersebut biasanya memanfaatkan waktu istirahat sekitar pukul 15:00 WIB dengan pulang ke rumah untuk makan.
“Tapi, hari itu (Kamis kemarin) menunjukan gelagat yang tidak biasa. Tidak pulang di waktu istirahat kerja,†ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Jumat (4/8/2017).
Selain itu sambung Aisyah, rutinitas Aep yang biasanya pulang kerja pukul 21:00 WIB juga tidak dilakukan, meski dirinya (Aisyah) dan anaknya sudah terlelap tidur sekitar pukul 20:30 WIB.
BACA JUGA:Â Pedagang Asongan Warga Cidahu Kabupaten Sukabumi Gantung Diri, Menurut Tetangga
“Tepat pukul 22:00 WIB, terbangun karena mendengar suara tikus. Saat terbangun kaget melihat suami tergantung dengan seutas tali di kamar dengan kondisi sudah tewas dan menjulurkan lidah,†terangnya.
Sementara, Rahman (31 tahun) tetangganya saat mendengar jeritan Aisyah yang begitu histeris langsung mendatangi rumahnya pada saat kejadian.
“Mendengar suara jeritan, saya bersama warga mendatangi rumah korban. Dan memang, korban sudah meninggal dunia dengan kondisi gantung diri," aku Rahman dalam kesempatan sama.
Sedangkan, Kepala Desa Parakanlima, Beben Subeni yang mengaku mendapat laporan warga langsung mendatangi rumah Aep, didampingi pihak kepolisan dan tim medis Puskesmas Cikembar.
BACA JUGA:Â Tewas Gantung Diri, Warga Cidadap Kabupaten Sukabumi
"Setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan korban memang gantung diri," terang Beben.
Senada diakui Kapolsek Cikembar, AKP Djoko Supono, sekitar pukul 11:30 WIB, pihaknya menerima laporan dari warga, setelah memeriksa dengan dokter Puskesmas Cikembar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
"Kami masih melakukan pemeriksaan, barang yang diamankan yaitu seutas tali plastik warna hijau daun sepanjang kurang lebih satu meter," singkatnya.‎