SUKABUMIUPDATE.com - Andi alias Ano yang tewas dengan cara gantung diri alias Gandir di Kampung Cijumrey RT 09/03, Desa Citanglar, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, membantah ikut membunuh Yayan, wanita yang ditemukan meninggal di Leuwidage, Kecamatan Nyalindung baru-baru ini. Hal itu diungkapkan Andi alias Ano, dalam surat yang ia tulis sebelum mengakhiri hidupnya.
Dalam surat itu, Andi mengaku, ia sempat digrebek polisi. Dan, masih dalam surat itu, Andi menduga penggerebekan yang dilakukan polisi terhadap dirinya, karena berkelahi dengan seseorang berinisial Wwn.
BACA JUGA:Â Ini Surat Wasiat Andi Tewas Gandir di Cijumre Kabupaten Sukabumi
Masih menurut surat itu, ia mengambil motor serta handphone dari Wwn, karena Wwn memiliki sangkutan utang pada dirinya.
Sebelumnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Sukabumi, AKP Dhoni Erwanto mengisyaratkan, Yayan, wanita yang ditemukan meninggal di Leuwidage, Kecamatan Nyalindung, korban pembunuhan.
BACA JUGA:Â DPO Asal Kota Sukabumi Gandir di Cijumre Kabupaten Sukabumi
Hasil otopsi, ada urat besar yang putus, yang diduga dilakukan orang lain.
Dhoni pun mengisyaratkan anggotanya pernah melakukan pengejaran terhadap seseorang berinisial A, yang diduga berkaitan dengan kematian Yayan, dan melakukan penggerebekan. Namun A saat itu berhasil kabur.