Pengunjung Taman Rekreasi Cimalati Kabupaten Sukabumi Turun 50 Persen

Pengunjung Taman Rekreasi Cimalati Kabupaten Sukabumi Turun 50 Persen

SUKABUMIUPDATE.com - Angka kunjungan wisata ke Taman Rekreasi Cimalati (TRC), Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi pada H+1 lebaran ini, menurun hingga 50 persen dibandingkan medio yang sama pada tahun lalu.

Manager Operasional Perusahaan Daerah Pesona Pariwisata TRC, Haris Saripudin kepada sukabumiupdate.com Senin (26/6) mengatakan, hingga siang sekitar pukul 13.00 WIB, angka pengunjung baru mencapai 850 orang.

BACA JUGA: Mulai Diserbu Wisatawan, Hari Pertama Idul Fitri Pantai Minajaya Kabupaten Sukabumi

"Mungkin masih banyak masyarakat yang menuju lokasi Pantai di kawasan Palabuhanratu, sehingga TRC ini masih terlihat lenggang. Bisanya, pada H+1, kami tidak bisa nyantai. Tapi hari ini memang sepi,” katanya.

Selain itu Haris menerangkan, persaingan bisnis wisata air dewasa ini semakin ketat. Namun, kata dia, TRC memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan wisata air lainnya yang di wilayah Kabupaten maupun Kota Sukabumi.

BACA JUGA: H-1 Idul Fitri 1438 H, Objek Wisata Pantai Ujunggenteng Kabupaten Sukabumi Sepi Pengunjung

“Tiket masuk masih tetap Rp20 ribu. Kami memiliki keunggulan yaitu air yang kami gunakan mengalir langsung dari sumber mata air Gunung salak sehingga sejuk, dingin dan aman, karena tidak menggunakan obat (kaporit),” katanya.

Seorang pengunjung, Nur Aini (21) warga Cigombong Bogor, mengatakan, TRC sebenarnya sangat cocok menjadi tujuan wisata keluarga. "Suasana lingkungan yang masih asri, dan cocok buat botram. Fasilitas wahana untuk anak-anak sangat memadai dan airnya yang alami serta sejuk,” ujarnya.

BACA JUGA: Jelang Lebaran dan Libur Panjang, Objek Wisata Pantai Karanghawu Kabupaten Sukabumi Semrawut

Kendati demikian, Nur Aini mengkritik infrastruktur wisata milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi itu. "Lantainya licin dan masih ada keramik yang pecah. Ini sangat mengganggu pengunjung. Seharusnya segera diperbaiki,” seru Nur Aini.

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB