36 Jiwa Mengungsi, Korban Longsor Ciseupan Hilir Sukabumi Terima Bantuan

36 Jiwa Mengungsi, Korban Longsor Ciseupan Hilir Sukabumi Terima Bantuan

SUKABUMIUPDATE.com - Tercatat 12 kepala keluarga (KK) dengan 36 jiwa mengungsi pasca bencana longsor menerjang Kampung Ciseupan Hilir RT 03/06 Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi. Camat Caringin Anwari mengatakan pada hari ini, Kamis (29/10/2020) dilakukan penyaluran bantuan kepada 9 KK prioritas.

Anwari menuturkan, bantuan tersebut berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, dan sejumlah lembaga kemanusiaan.

"Berupa beras, telur, mie instan, minyak, dan makanan kaleng," ujarnya. "Serta pembersihan puing-puing," tambah Anwari kepada sukabumiupdate.com.

Korban bencana longsor di Kampung Ciseupan Hilir RT 03/06 Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi saat menerima bantuan.

BACA JUGA: 32 Jiwa Mengungsi Sementara di Posko Darurat Longsor Ciseupan Hilir Sukabumi

Anwari memaparkan, hingga kini tercatat 1 musala hancur, 2 rumah rusak berat, 3 rumah terancam, dan 8 rumah lainnya terdampak akibat longsor yang terjadi pada Senin (26/10/2020) petang sekira pukul 15.30 WIB.

"Yang evakuasi 12 KK dan 36 jiwa. Mengungsi di Majelis Taklim Attaufiq dan di rumah saudaranya," kata Anwari.

Diberitakan sebelumnya, bencana longsor menyergap permukiman warga di Kampung Ciseupan Hilir RT 03/06 Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi Senin (26/10/2020) petang sekira pukul 15.30 WIB.

Ingat pesan ibu:

Wajib 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun). Redaksi sukabumiupdate.com mengajak seluruh pembaca untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di setiap kegiatan.

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB