Kawasan Dago (Djuanda) Kota Sukabumi Dibongkar, Bangun Pedestrian Bernilai Rp 2,6 Miliar

Kawasan Dago (Djuanda) Kota Sukabumi Dibongkar, Bangun Pedestrian Bernilai Rp 2,6 Miliar

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kota Sukabumi mulai menata Jalan Ir Djuanda, Kota Sukabumi, atau yang kebanyakan orang menyebutnya Dago. Proses penataan fokus pada jalur pedestrian.

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi melalui Kasubbag Humas, Ross Pristianasari mengatakan, pembangunan pedestrian ini sebagai upaya menata kota agar lebih indah dan jadi tempat berkumpul warga yang nyaman.

"Pembangunan pedestrian mulai dari Senin (26/10/2020) lalu. Pelaksanaannya 65 hari. Diharapkan selesai pada 24 Desember 2020 mendatang," ujar Ross kepada sukabumiupdate.com, Rabu (28/10/2020) melalui pesan singkat.

BACA JUGA: Larangan Parkir di Dago, Wali Kota Sukabumi Minta Pelajar Tak Bawa Kendaraan

Ross menyebut, untuk penataan pedestrian di kawasan Dago Pemkot Sukabumi mengalokasikan APBD Kota Sukabumi senilai Rp 2,6 miliar.

Lanjut dia, Wali Kota Sukabumi turut mendampingi peninjauan pembanguan pedestrian bersama Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada.

"Ini juga sebagai upaya mengatasi kekumuhan yang ada di sekitar pedestrian di kawasan Dago," terangnya

Ross menuturkan, berdasarkan rencana pembangunan, di kawasan tersebut, kalau sebelumnya arus kendaraan dua jalur, ke depan akan dibuat satu arus. "Intinya pedestrian diperlebar sebagai tempat berkumpul warga," ungkapnya.

Ingat pesan ibu: Wajib 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun). Redaksi sukabumiupdate.com mengajak seluruh pembaca untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di setiap kegiatan.

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB