Penghubung Cianjur- Sukabumi, Pembangunan Jembatan Cibuni Capai 73 Persen

Penghubung Cianjur- Sukabumi, Pembangunan Jembatan Cibuni Capai 73 Persen

SUKABUMIUPDATE.com - Pjs Bupati Sukabumi, R Gani Muhamad melaksanakan Monitor dan Evaluasi (Monev) pembangunan Jembatan Cibuni yang menjadi penghubung Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur, Kamis (8/10/2020).

Dalam kegiatan ini, Gani didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi Asep Jafar meninjau langsung proses pengerjaan Jembatan Cibuni di Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA: Melihat Progres Jembatan Cibuni, Penghubung Sukabumi dengan Cianjur

Pembangunan jembatan Cibuni sudah dimulai sejak 10 Juni 2020. Jembatan yang memiliki panjang 120 meter itu dibangun menggunakan anggaran Bantuan Provinsi (Banprov) tahun 2020 sebesar Rp 30.580.182.000.

Gani berharap pembangunan jembatan selesai tepat pada waktunya yaitu 15 Desember mendatang. "Keberadaan jembatan tersebut sangat penting bagi kedua warga di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur, akses perekonomian, pendidikan dan kesehatan," jelasnya.

BACA JUGA: Akhirnya Jembatan Cibuni Perbatasan Cianjur-Sukabumi Dibangun, Apa Kata Warga?

Kedepannya sekitar jembatan akan ditunjang dengan rest area, agar pengguna jalan merasa nyaman dan masyarakat sekitar juga bisa mengembangkan usaha. "Setelah akses jembatan dibuka nanti juga akan ada fasilitas lainnya," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi Asep Jafar mengatakan, saat ini pelaksanaan pekerjaan jembatan sepanjang 120 meter itu telah rampung sekitar 73 persen.

"Jembatan penghubung Kabupaten Sukabumi dengan Kabupaten Cianjur ini telah mencapai sekitar 73 persen, kami optimis bisa rampung tepat waktu, " kata pria yang akrab disapa Asjap itu.

Ingat pesan ibu: Wajib 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun). Redaksi sukabumiupdate.com mengajak seluruh pembaca untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di setiap kegiatan.

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB