Soal Limbah Pabrik Wig, DLH Kabupaten Sukabumi Layangkan Surat Teguran Kedua

Soal Limbah Pabrik Wig, DLH Kabupaten Sukabumi Layangkan Surat Teguran Kedua

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi melayangkan surat teguran ke dua terkait limbah PT Nina Venus Indonesia I, yang mencemari lingkungan warga Kampung Serong RT 25/11, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.

Surat teguran tersebut dilayangkan agar perusahaan yang memproduksi wig atau rambut palsu ini memperbaiki IPAL agar limbahnya tidak mencemari lingkungan.

BACA JUGA:  Limbah Pabrik Wig Meluap, Kepala DLH Kabupaten Sukabumi Bilang Hanya Bocor

DLH pun bakal mendatangi lokasi pabrik untuk mengecek perusahaan.

"Harus dicek dulu ke lapangan apakah ada perkembangan atau tidak. Kebetulan belum dicek dan apabila ada temuan masih terdapat aliran limbah ke masyarakat maka akan kami laporkan ke Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PPLH) provinsi. Karena kami tidak punya PPLH,"ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi Abdul Kodir, dihubungi melalui telepon, Selasa (10/4/2018).

BACA JUGA:  Beri Waktu Satu Bulan, DLH Kabupaten Sukabumi Minta Pabrik Wig Perbaiki IPAL

Kodir menambahkan, pengecekan direncanakan akan dilakukan pada minggu-minggu ini.

"Sebagai tindaklanjut surat teguran yang ke dua karena belum lengkap data, maka kami jika belum mengecek langsung," singkatnya.

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB