Toyota, Daihatsu Bentuk Perusahaan Patungan Demi Pasar Berkembang

Toyota, Daihatsu Bentuk Perusahaan Patungan Demi Pasar Berkembang

SUKABUMIUPDATE.COM - Toyota Motor Corp hari ini menyatakan akan membentuk sebuah perusahan patungan internal dengan Daihatsu untuk memproduksi dan memasarkan mobil compact di pasar ekonomi berkembang yang merupakan ambisi Toyota memperluas pangsa pasar di pasar Asia lainnya.

Produsen otomotif Jepang itu berencana membuat unit baru itu Januari tahun depan dan akan dipimpin oleh Daihatsu yang belum lama tahun ini masuk grup Toyota.

Daihatsu akan bertanggung jawab dalam soal pengembangan, pengadaan dan persiapan produksi untuk mobil compact sedangkan dua perusahaan akan menggunakan situs produksi yang ada untuk memproduksi mobil compact itu.

Toyota mengaku membidik Vietnam, India dan Pakistan.

"Dengan pendirian perusahaan internal ini, Toyota berniat mempelajari hal paling fundamental dari daya saing Daihatsu dan mengubah etos kerja kami," kata Wakil Presiden Eksekutif Toyota Shigeki Terashi seperti dikutip Reuters.

Perusahaan otomotif ini berniat mengubah Daihatsu menjadi brand global di tengah fokus mereka kepada pasar bertumbuh demi mobil compact entry-level produksi mereka yang semakin mungil dan hemat bahan bakar di tengah keprihatinan lingkungan dan sergapan lalu lintas yang macet.

Daihatsu saat ini menguasai sekitar 16 persen pangsa pasar kendaraan penumpang di Indonesia di mana di sini perusahaan itu membuat Ayla dan mobil-mobil lainnya dalam sebuah perusahaan patungan dengan Astra International. Di Malaysia, Toyota mengoperasikan sebuah perusahaan patungan yang menguasai pangsa pasar 32,5 persen.

Topik Terkait
Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB