SUKABUMIUPDATE.com - FIFA tetap akan mempertimbangkan mengenai keputusan peserta Piala Dunia menjadi 64 tim. Sebelumnya, FIFA banyak mendapatkan sorotan usai memiliki rencana untuk menjual saham senilai 20 miliar dolar AS.
Namun, hal tersebut langsung mendapatkan banyak respons setelah UEFA, Concacaf, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan penolakan serta mengecam proposal tersebut. Polemik itu bahkan berujung pada pengunduran diri salah satu penasihat senior yang terlibat dalam pembahasannya.
Baca Juga: FIFA Proses Disipliner Leandro Paredes dan Nahuel Molina Usai Kerusuhan Final Piala Dunia 2026
Dilansir dari espn, meski mendapat penolakan luas terhadap rencana penjualan sebagian saham Piala Dunia kepada investor swasta, FIFA tetap membagikan ringkasan studi bertajuk "Potensi Perluasan Piala Dunia FIFA Menjadi 64 Tim". Padahal, Piala Dunia 2026 yang baru saja dimenangkan Spanyol menjadi edisi pertama yang diikuti 48 peserta. Wacana untuk kembali memperluas jumlah peserta menjadi 64 tim sebelumnya telah ditolak secara internal oleh sejumlah petinggi FIFA.
“Oleh karena itu, FIFA ingin menunjuk sebuah badan independen untuk menentukan apakah dan bagaimana perluasan Piala Dunia FIFA dari 48 menjadi 64 tim peserta, dimulai dengan edisi 2030, akan berdampak pada ekosistem sepak bola dalam penyelenggaraan turnamen tersebut,” tulis pernyataan tersebut.
Baca Juga: Argentina Resmi Lolos ke Piala Dunia 2030, FIFA Siapkan Format Baru 64 Tim
FIFA dijadwalkan mengambil keputusan awal pada 14 Agustus, sebelum hasil analisis secara menyeluruh dipresentasikan pada 11 September. Jadwal tersebut hanya berselang delapan hari sebelum batas waktu yang ditetapkan Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menerima rencana penjualan saham turnamen.
Di sisi lain, Infantino kini menghadapi tekanan yang semakin besar dari berbagai konfederasi sepak bola regional. Meski diperkirakan akan kembali terpilih tanpa pesaing untuk masa jabatan empat tahun berikutnya pada 2027, dorongannya untuk memperluas format Piala Dunia setelah proses konsultasi yang dinilai singkat berpotensi memicu penolakan yang lebih kuat terhadap pemimpin berdarah Swiss-Italia tersebut.
Sumber: espn.com
















