SUKABUMIUPDATE.com - Ruben Amorim secara terbuka menantang jajaran petinggi Manchester United agar memberinya ruang untuk bekerja tanpa intervensi. Setelah sebelumnya menyinggung adanya persoalan internal, Amorim kembali menegaskan sikapnya usai hasil imbang 1-1 melawan Leeds United, tepatnya pada sesi akhir konferensi pers pascalaga.
Pelatih asal Portugal itu menyiratkan bahwa dirinya mengalami campur tangan yang tidak diinginkan dari figur-figur senior klub sesuatu yang menurutnya tidak akan dialami oleh sejumlah mantan manajer top Liga Inggris. Amorim bahkan menegaskan kesiapannya untuk pergi ketika kontraknya berakhir dalam 18 bulan ke depan.
Baca Juga: KDM Wajibkan Pemda hingga Desa se-Jabar Umumkan Anggaran di Medsos
“Saya datang ke sini untuk menjadi manajer, bukan sekadar pelatih,” ujar Amorim. Ia menekankan bahwa setiap manajeman, termasuk rekrutmen dan direktur olahraga, harus menjalankan tugas masing-masing tanpa mencampuri perannya.
Amorim kembali menegaskan bahwa mandatnya jelas: memimpin tim sebagai manajer penuh, bukan hanya menangani aspek teknis di lapangan. Ia juga menyinggung budaya di Manchester United yang dinilainya terlalu reaktif terhadap kritik dari luar.
Gary Neville menjadi salah satu dari sekian banyak mantan pemain Manchester United yang belakangan melontarkan kritik tajam terhadap kondisi klub. Mantan kapten Setan Merah itu bahkan menyebut hasil imbang di kandang melawan Wolves, tim juru kunci klasemen pada 30 Desember lalu, sebagai “hasil paling buruk dari yang terburuk”.
Baca Juga: Gol Harrison Reed Buyarkan Kemenangan Liverpool saat Hadapi Fulham Tadi Malam
Kritik serupa juga datang dari Paul Scholes. Ia menilai Ruben Amorim belum sepenuhnya memahami identitas Manchester United, terutama karena kecenderungannya menerapkan formasi tiga bek dengan bek sayap sistem yang dinilai bertolak belakang dengan tradisi klub yang mengandalkan permainan sayap.
Amorim sempat mengubah pendekatan dengan menggunakan skema empat bek saat membawa United menang atas Newcastle pada Boxing Day. Namun, ia kembali menerapkan formasi tiga bek dalam laga-laga berikutnya, termasuk saat menghadapi Leeds United.
Baca Juga: Tak Hanya Baik untuk Mata, Ini Manfaat Wortel bagi Kesehatan Tubuh
Saat ditanya apakah ia masih mendapat kepercayaan penuh dari jajaran manajemen Manchester United, Ruben Amorim merespons dengan nada lugas. Ia menilai banyak informasi yang beredar disampaikan secara tidak utuh.
Amorim menegaskan bahwa dirinya datang ke Old Trafford untuk berperan sebagai manajer, bukan sekadar pelatih. Menurutnya, posisi dan tanggung jawab itu sudah sangat jelas sejak awal. Ia juga menyadari bahwa namanya tidak sebesar Thomas Tuchel, Antonio Conte, atau Jose Mourinho. Namun, Amorim menekankan bahwa statusnya tetap sebagai manajer Manchester United, setidaknya selama 18 bulan ke depan atau hingga dewan klub memutuskan sebaliknya.
Amorim menegaskan tidak akan mundur dari tanggung jawabnya. Ia berkomitmen untuk terus menjalankan tugasnya hingga ada sosok lain yang ditunjuk untuk menggantikannya. "Saya tidak akan berhenti. Saya akan melakukan pekerjaan saya sampai ada orang lain yang datang untuk menggantikan saya." ujar Amorim.
Sumber: bbc.com



