Simak! Ini Tiga Calon PAW Kepala Desa Tenjojaya Sukabumi

Simak! Ini Tiga Calon PAW Kepala Desa Tenjojaya Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Inilah tiga calon Pengganti Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Tenjojaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi yang lolos uji kompetensi dan berhak maju pada pemilihan PAW kepala desa pada  1 April 2018 mendatang.

"Berdasarkan hasil akhir uji kompetensi, kami menetapkan tiga calon yang berhak maju pada pemilihan PAW Desa Tenjojaya dengan raihan nilai tertinggi diantara enam calon lainnya,” ujarnya Panitia PAW Pilkades, Hamdan Kusaeri kepada sukabumiupdate.com, Kamis (22/3/2018).

BACA JUGA:  Enam Calon PAW Kades Tenjojaya Sukabumi Ikuti Uji Kompetensi

Adapun tiga calon yang lolos ke tahap berikutnya, kata Hamdan, antara lain Wandi Wantina Suwandi, Tri Pramono dan Jamaludin Azis.

“Ketiga calon tersebut nantinya akan kembali berkompetisi untuk menduduki jabatan sebagai kepala desa PAW Desa Tenjojaya yang akan dilaksanakan pada 1 April 2018 mendatang,” jelasnya.

Berdasarkan agenda panitia, sambung Hamdan, calon-calon tersebut akan dipilih kembali oleh ketua RT, RW, Anggota BPD dan Lima tokoh masyarakat dalam satu kedusunan.

BACA JUGA: KPU Kabupaten Sukabumi Tambal Sulam PPK dan PPS PAW Pilgub Jabar 2018

Sementara itu, salah satu calon PAW yang lolos, Wandi Wantina Suwandi mengungkapkan, dirinya merasa senang bisa lolos seleksi menjadi salah satu Calon PAW kepala desa, menurutnya, hal itu tentunya merupakan salah satu jalan untuk bisa mengabdikan hidup demi kemajuan desa.

"Ini adalah langkah awal perjuangan saya dan harapan semua masyarakat yang ingin mewujudkan desa Tenjojaya yang mandiri, kuat, maju dan demokratis,” singkatnya.

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB