Gratis! Pemdes Bojonggenteng Sukabumi Bagikan 500 e-KTP, 200 Akta lahir dan 300 KK

Gratis! Pemdes Bojonggenteng Sukabumi Bagikan 500 e-KTP, 200 Akta lahir dan 300 KK

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Desa (Pemdes) Bojonggenteng Kecamatan Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi menyerahkan sebanyak 500 Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) pada warga, Jumat (9/3/2018).

Kepala Desa Bojonggenteng, Dedi Sudirman menuturkan penyerahan dokumen kependudukan ini buah dari pelayanan yang digulirkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Diadukcapil) diantaranya One Day Service (satu hari selesai).

BACA JUGA: TP PKK Desa Bojonggenteng Sukabumi Bagikan PMT pada 360 Balita

"Pelayanan One Day service sangat membatu warga kami dalam memudahkan kebutuhan pengurusan data kependudukan seperti e-KTP, Akte kelahiran dan Kartu Keluarga(KK),"ujarnya kepada sukabumiupdate.com.

Selain 500 e-KTP untuk pemula, kata Dedi, pihaknya juga menyerahkan sebanyak 200 akte lahir dan 300 kartu keluarga (KK) kepada warga dengan mendatangi rumah yang bersangkutan.

"Pelayanan One Day Service gelombang pertama dilaksanakan di Desa Bojonggenteng  dan berharap program berikutnya masih tetap dilaksanakan karena sangat membantu warga. Apalagi masih banyak yang belum memiliki e-KTP," jelasnya.

BACA JUGA: Bojonggenteng Bakal Sulap Wilayahnya Jadi Wisata Pedesaan Unggulan Sukabumi

Dedi menambahkan, meskipun pada saat ini Disdukcapil sedang menjadi sorotan publik akibat ulah oknum. Namun baginya itu hanya segelintir ulah oknum saja.

"Bagi saya hal tersebut jelas diluar aturan, kita percaya Disdukcapil selalu konsisten dengan motonya One Day Service," tandasnya.

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB