Pasar Rakyat, Cara Kreatif Desa Tenjolaya Sukabumi Gerakan Ekonomi Masyarakat

Pasar Rakyat, Cara Kreatif Desa Tenjolaya Sukabumi Gerakan Ekonomi Masyarakat

SUKABUMIUPDATE.com - Pemandangan berbeda terlihat di Jalan Cigadog, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (3/2/2018).

Sepanjang 500 meter jalan ini dipenuhi pedagang yang menjual berbagai barang dan makanan, selain itu ada juga sebuah panggung.

BACA JUGA: Bunga Potong Jadi Andalan 10 Program PKK Desa Tenjolaya Sukabumi

Aktivitas ini memang sengaja digelar pihak pemerintah desa (Pemdes) Tenjolaya dan dinamakan pasar rakyat.

"Rencananya pasar rakyat ini dibuka setiap Sabtu malam. Kanan kiri jalan di lokasi yang berada di areal batu ceria ini dipadati oleh puluhan pedagang pakaian dan makanan. Ada juga arena bermain anak-anak tersedia disini, bahkan ada panggung hiburan wayang golek Bodoran," ujar Kepala Desa (Kades) Tenjolaya, Aryo Bangun Adinoto kepada sukabumiupdate.com.

BACA JUGA: Batu Ceria, Wisata Refleksi Kaki Gratis di Desa Tenjolaya Kabupaten Sukabumi

Menurut Aryo, pasar rakyat memiliki tujuan meningkatkan roda perekonomian masyarakat desa dan hiburan. Untuk kenyamanan lalu lintas, Pemdes Tenjolaya menutup jalan bagi kendaraan roda empat, mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Hanya kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas adapun kendaraan roda empat dialihkan ke jalan lain.

BACA JUGA: Warga Tenjolaya Kabupaten Sukabumi Ciptakan Tenaga Listrik Pintar

"Alhamdulillah, pasar rakyat sudah dilaunching. Ini semua hasil kerja sama dan sinergitas semua elemen masyarakat. Semoga pasar rakyat ini menjadi lokasi ajang silaturahmi dan dapat menggerakan perekomian warga,” jelasnya.

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB