Bunga Potong Jadi Andalan 10 Program PKK Desa Tenjolaya Sukabumi

Bunga Potong Jadi Andalan 10 Program PKK Desa Tenjolaya Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Tim PKK Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi melakukan pembinaan persiapan lomba desa tingkat kabupaten di Aula Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, (29/1/2018).

Binaan kelompok tani bunga potong menjadi salah satu program andalan 10 program PKK Desa Tenjolaya.

Ketua PKK Desa Tenjolaya, Dian Rusdianti Adinoto mengatakan, pembinaan ini untuk mengidentifikasi kegiatan administrasi pembukuan dan penyusunan program jangka pendek, menengah dan panjang.

BACA JUGA: Mendadak Jadi Taman Bunga, Trotoar Labora Cibadak Kabupaten Sukabumi

"Usaha kecil menengah menjadi andalan Program Pokok PKK kami, yaitu bunga potong, kerajinan tangan, boneka rajut, serta aksesoris," terangnya kepada sukabumiupdate.com.

Ada dua kelompok tani bunga potong, kata Dian, yang berada dibawah binaannya. Diantaranya kelompok tani (Gapoktan) Sarimukti I dan 4. "Mereka memliki keunggulan produk bunga potong. Diantaranya jenis krisan, planco dan sedap malam," bebernya.

Bungga potong tersebut, sambung Dian, memiliki nilai ekonomi yang sangat bagus. Pasalnya, hampir sebagian besar digunakan untuk kebutuhan rias pengantin.

BACA JUGA: Berdayakan Petani Bunga Pemdes Tangkil Kabupaten Sukabumi Akan Bentuk Kelompok Tani

"Selain bisa dijual di sekitaran lokal, pangsa pasar kami pun sudah menembus ke pasar bunga Jakarta," jelasnya.

Dian berharap, pembinaan persiapan ini dapat memberikan hasil yang maksimal. "Bisa meraih juara tingkat kabupaten dan bisa mewakili Kabupaten Sukabumi ke tingkat provinsi Jawa barat," harapnya.

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB