Kades Mandrajaya Kabupaten Sukabumi Janji Dongkrak Potensi Wisata

Kades Mandrajaya Kabupaten Sukabumi Janji Dongkrak Potensi Wisata

SUKABUMIUPDATE.com - Agustina Abdul Hasanudin resmi menjabat sebagai KepalaDesa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupate Sukabumi, Jawa Barat. Sejumlah rencana program pemberdayaan desa siapkan, terutama di bidang pariwisata.

Agustina mengatakan, Desa Mandrajaya punya beberapa titik destinasi wisata menarik dan masuk di dalam area Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Sejumlah destinasi tersebut diantaranya Pulau Mandra, Pulau Kunti, dan Pulau Batu Batik.

"Potensi wisata ini yang harus kami dorong," kata Agustina kepada sukabumiupdate, Selasa (21/11/2017).

BACA JUGA: Khitanan Massal dan Pengobatan Lansia Desa Pasirpanjang Ciracap Kabupaten Sukabumi Disambut Antusias Warga

Ia mengatakan, potensi wisata di Desa Mandrajaya masih perlu beberapa pembenahan. Misalnya pada sarana dan prasarana, serta akses jalannya.

"Sarana dan prasarananya masih minim," tuturnya.

Agustina juga menyampaikan sejumlah program yang bakal dijalankannya. Seperti realisasi Kartu Mandrajaya Sehat, pembangunan perpustakaan desa, peningkatan fungsi badan usaha milik desa, dan pelatihan-pelatihan terpadu bagi masyarakat.

BACA JUGA: Media Komunitas Bisa Jadi Sarana Promosi Potensi Desa

Sementara itu, Camat Ciemas Lesto Rosadi mengingatkan Kepala Desa Mandra Jaya memiliki tugas berat untuk ikut mengawal pembangunan pariwisata Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Ia mengajak masyarakat Desa Mandrajaya bekerjasama memajukan Desa Mandrajaya.

"Mari kita awali kerjasama untuk menciptakan Mandrajaya yang lebih baik, tentu tujuan akhirnya agar bisa mendongkrak memberikan kesejahteraan bersama." tegas Lesto. 

Sekadar diketahui, Agustina resmi menjabat Kades Mandrajaya usai menjalani upacara serah terima jabatan dari pejabat sementara, Iwan Muhdiawan. Prosesi sertijab dilakukan di aula Kantor Desa Mandrajaya, dan dihadiri unsur perwakilan Muspika Ciemas dan tokoh-tokoh masyarakat di Desa Mandrajaya. 

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB