Gapoktan Sukaraja Kabupaten Sukabumi Berharap BUMDes Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tani

Gapoktan Sukaraja Kabupaten Sukabumi Berharap BUMDes Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tani

SUKABUMIUPDATE.com - Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa/Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, berharap dibentuknya badan usaha milik desa (BUMDes) sebagai pusat layanan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian lokal. Hal ini dianggap penting untuk menggenjot kesejahteraan warga desa yang setia menghidupkan sektor pertanian.

Hal ini menjadi salah satu poin penting forum diskusi Gapoktan dalam rangka penguatan kelembagaan tani Desa Sukaraja, Kamis (12/1). Hal ini pula akan diajukan sebagai salah satu program kegiatan desa, dalam memberdayakan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

“Desa akan membuat pusat layanan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian ini lewat BUMDes. Ini suatu yang baik dan harus segera direalisasikan,” tutur Sekretaris Desa Sukaraja, Hera Kusumawijaya, kepada sukabumiupdate.com, Kamis.

Ketua Gapoktan Desa Sukaraja, Ahmad Kadarsyah mengharapkan, kelembagaan dan keorganisasian bisa terus berjalan baik, karena berkaitan dengan program pemerintah pusat dan daerah tentang ketahanan pangan. Pengoptimalan unit-unit usaha yang berada di kelompok tani harus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan warga khusus petani dan peternak.

“Seperti pengolahan ternak kambing, baik dari olahan susunya maupun daging, karena selama ini pasarnya banyak tapi jalur pemasarannya tidak terbangun dengan baik,” tuturnya.

Gapoktan juga berharap ada kegiatan ekspo Desa Sukaraja yang berkaitan dengan pertanian."Kami berharap akan semakin banyak yang tumbuh para kelompok tani yang mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," harapnya.

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB