Siswa SMAN 3 Kota Sukabumi Ini Kecanduan Membatik

Siswa SMAN 3 Kota Sukabumi Ini Kecanduan Membatik

SUKABUMIUPDATE.COM - Pilihan siswi yang satu ini untuk mendalami dunia batik cukup mengejutkan, di tengah gempuran budaya luar negeri yang semakin deras. Vina Herdiani (15), siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Kota Sukabumi ini membulatkan tekad untuk menjadi seniman batik.

Kecintaan Vina kepada batik bermula satu tahun silam. Saat itu, ia tertarik dengan salah satu kegiatan ekstrakulikuler di sekolahnya, yaitu seni membatik.

“Saya memang sudah suka menggambar dan melukis, pas nyobain membatik ternyata lebih asik karena hasilnya bisa dipakai untuk pakaian,” ungkap Vina disela kegiatannya membatik pada acara pemeran batik Sukabumi di depan Kantor Perpustakaan Daerah Kota Sukabumi, Rabu (14/12).

Dari belajar membatik di sisa waktu sekolah itu, lama kelamaan Vina mengaku kecanduan. “Setelah makin banyak tahu tentang batik sebagai budaya asli Indonesia, termasuk Sukabumi. Saya makin cinta membatik,” gadis manis ini lebih jauh.

Vina mengatakan proses belajar membatik tidak lah mudah. Satu persatu tahapan dilaluinya dengan kesabaran ekstra tinggi. Mulai membuat pola gambar, canting, pewarnaan celup, hingga pelorotan warna.

“Biasanya saya membuat batik yang biasa dibikin itu batik daun-daun, proses pembatikan untuk satu kain itu satu minggu dan pewarnaan juga satu minggu," paparnya.

Bimbingan dari guru kesenian di sekolah, membuat Vina banyak mendapatkan ilmu teknik membatik dari beragam motif dan corak batik di Indonesia. Batik Sukabumi menjadi fokus Vina, karena berniat menjadi salah satu perajin batik lokal yang mendunia.

Vina berharap ke depan bisa menularkan kecintaannya pada dunia batik para rekan rekan generasi muda di Sukabumi. “Yang saya tahu kalau membatik tidak ada penerusnya, makanya batik tulis tradisional yang punya nilai seni ini, bisa saja punah. Ayo kita mulai membatik sejak remaja,” ajak Vina.

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB