Marak DBD Warga Sukamantri Kecamatan Cisaat Lakukan Fogging

Marak DBD Warga Sukamantri Kecamatan Cisaat Lakukan Fogging

SUKABUMIUPDATE.COM - Maraknya kasus warga terjangkit demam berdarah dengue atau DBD, direspon masyarakat Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi dengan melakukan pengasapan atau fogging secara swadaya.

"Hingga saat ini sudah ada tiga warga yang terjangkit DBD," kata Ketua RW 13, Pepep Muhamad Abduh kepada sukabumiupdate.com, Senin (17/11).

Sebagai antisipasi adanya warga terjangkit penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes agypti ini, warga desa meminta bantuan petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi untuk melakukan pengasapan di Perumahan Bumi Cisaat Pratama dan titik lainnya. 

Saat pengasapan tersebut petugas juga menemukan beberapa genangan air yang penuh dengan jentik nyamuk, warga pun langsung melakukan pemberantasan sarang nyamuk tersebut. 

Ditambahkan Abduh, warga yang terjangkit DBD saat ini sudah pulih, namun untuk kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menghindari adanya kembali warga yang terjangkit penyakit mematikan ini. 

"Meski terkesan terlambat, warga tetap menyambut baik adanya fogging ini, meski fogging hanya membunuh nyamuk dewasanya saja, setidaknya dapat membatu pencegahan penyebaran DBD sejak dini," tambahnya.

Seorang warga Desa Sukamantri Fini Nurahtiani (28) mengatakan, antisipasi yang dilakukan keluarganya agar tidak terserang DBD, secara rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan menjaga kebersihan jika ada genangan air tempat bersarangnya nyamuk.

"Mudah-mudahan tidak ada lagi warga yang terjangkit penyakit DBD," katanya.

Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB