Apa yang Dilakukan Novel Baswedan Sebelum Hari Pertama Ngantor?

Apa yang Dilakukan Novel Baswedan Sebelum Hari Pertama Ngantor?

SUKABUMIUPDATE.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, hari ini bakal kembali berkantor setelah vakum selama kurang lebih 15 bulan. "Nanti berangkat sekitar pulul 08.00," kata Novel kepada Tempo melalui pesan singkat pagi tadi. Sekitar pukul 05.00, Novel salat subuh di Masjid Al-Ihsan yang berjarak dua rumah dari tempat tinggal Novel.

Berdasarkan pantauan Tempo di rumah Novel di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sejumlah wartawan sudah berkumpul di depan kediaman Novel sejak subuh. Selain kehadiran para wartawan, tidak terlihat persiapan khusus menjelang keberangkatan Novel ke kantornya.

Ketua Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar yang mengawal kasus penyerangan Novel mengatakan kedatangan Novel nanti di Gedung KPK akan disambut oleh para pegawai. "Saya ikut mengantar dari rumah Novel," kata dia.

Sudah setahun lewat sejak Novel Baswedan diserang orang tak dikenal pada April 2017. Novel disiram menggunakan air keras seusai salat Subuh di Masjid Al-Ihsan. Namun, hingga kini polisi belum juga menangkap pelaku penyerangan tersebut. Padahal sejumlah saksi mata dan rekaman kamera pengawas sudah jelas menangkap gelagat mencurigakan beberapa orang yang berkeliaran di sekitar rumah Novel.

Beberapa hari sebelum diserang, misalnya, ada seorang lelaki berbadan gempal yang datang ke rumah Novel. Ia pura-pura ingin membeli baju gamis. Istri Novel Baswedan memang berjualan baju gamis. Namun, ia hanya menjual baju untuk perempuan. Lelaki yang sama juga terpantau sering berseliweran di rumah Novel.

Di hari yang lain, ada beberap orang mencurigakan yang nongkro di sekitar rumah Novel Baswedan. Belakangan, polisi menyebut mereka adalah cepu atau mata-mata polisi. Namun, belakangan polisi meralat pernyataan tersebut dan mengatakan mereka adalah mata elang atau penagih utang untuk kredit sepeda motor. Kasus ini pun gelap sampai saat ini.

Sumber: Tempo

Editor:Ardi Yakub
Berita Terkini
Ilustrasi - Tulisan ini mengajak kita merenungkan ironi tentang sensitivitas terhadap yang masuk ke perut, tetapi sering abai terhadap yang masuk ke rekening. (Sumber : AI/Gemini).

Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Seorang office boy panik usai tak sengaja memakan daging babi. kisah itu, muncul refleksi tajam tentang korupsi, uang haram, dan mengapa manusia sering lebih takut pada makanan terlarang daripada harta yang diperoleh tidak halal.

07 Nov 2026, 17:18 WIB