JK Apresiasi Aung San Suu Kyi yang Buka Akses Asing ke Rakhine

Sukabumiupdate.com
Kamis 21 Sep 2017, 05:00 WIB
JK Apresiasi Aung San Suu Kyi yang Buka Akses Asing ke Rakhine

SUKABUMIUPDATE.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut baik undangan Aung San Suu Kyi bagi para pengamat asing masuk ke Rakhine State, Myanmar. Kalla mengatakan apa yang disampaikan penasihat negara Myanmar tersebut adalah kemajuan positif dalam isu etnis Rohingya.

"Apa yang disampaikan Aung San Suu Kyi merupakan kemajuan positif, keterbukaan. Hanya dengan adanya keterbukaan orang dapat mengetahui apa yang terjadi di Rakhine," kata Kalla dalam rekaman video tim media Wapres di sela menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, Rabu, 20 September 2017, waktu setempat.

Menurut Kalla, langkah membuka diri pemerintah Myanmar terhadap negara lain adalah yang terbaik. Selama ini, pemerintah Myanmar menutup akses negara-negara lain untuk terlibat dalam menangani kekerasan yang dialami etnis Rohingya.

Satu-satunya negara yang diberikan kesempatan hanya Indonesia. Pemerintah Indonesia telah memberikan bantuan kemanusiaan, maupun upaya penyelesaian konflik dengan membangun sekolah dan rumah sakit di Rakhine State.

Kekerasan pada etnis Rohingya telah menjadi perhatian banyak negara. Dunia internasional pun mengecam sikap Aung San Suu Kyi yang memilih diam dan dianggap tak mengambil langkah untuk menghentikan kekerasan yang terjadi. Namun pada kesempatan berpidato di Sidang Umum PBB dua hari lalu, Aung San Suu KYi menggunakan kesempatan itu untuk berbicara soal konflik yang terjadi di Rakhine State.

Di salah satu bagian pidatonya, dia mengundang para pengamat asing untuk bergabung, berbicara, berdikusi, dan pergi menuju wilayah konflik. "Kami akan menjamin keamanan Anda," kata Suu Kyi. Pemerintah Myanmar sebelumnya juga mengatakan membuka akses untuk pengawas dari negara-negara lain. Namun yang terjadi banyak lokasi di Rakhine tertutup untuk pemantau asing.

Menurut Kalla pembukaan akses ke Rakhine bisa membuat negara-negara lain tahu apa yang terjadi di Rakhine State, Myanmar. "Sehingga negara-negara lain tahu bagaimana caranya membantu humanitarian itu, tidak diskriminatif," kata Kalla.

Sumber: Tempo

Berita Terkini