Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar Latih Masyarakat

Sukabumiupdate.com
Jumat 25 Agu 2017, 09:09 WIB
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar Latih Masyarakat

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Dewi Sartika mengakupihaknya juga melakukan pelatihan kepada masyarakat, seperti petugas DKM. Pelatihan serupa juga dilakukan beberapa dinas terkait di kabupaten dan kota.

“Kemudian ada juga yang memang dilatih, karena kita pada tahun ini (2017) ada 200 orang yang dilatih itu adalah yang dilatih di balai, tapi juga ada yang sudah dilatih. Misalnya di ITB, karena mereka juga punya kegiatan seperti itu (Penyembelihan hewan qurban). Ada juga di beberapa kabupaten atau kota yang sudah dilatih. Ada yang dari DKM, ada yang dari mesjid-mesjid, ada juga yang dari masyarakat, ada yang dari dokter hewan sendiri," papar Dewi, seperti dikutip dari jabarprov.go.id, Jumat (25/8/2017).

Pada kesempatan ini, Dewi juga meminta masyarakat harus berhati-hati terhadap penyakit hewan yang dapat menular pada manusia, seperti Antraks.

“Kita tetap harus waspada terhadap penyakit-penyakit hewan yang menular pada manusia, antara lain adalah Antraks.Aada juga Brucellosis. Kalau pada burung juga, kan ada Afiani Fluensa, tapi kan kita tidak pada burung. Termasuk juga Rabies,tapi kan itu pada anjing, tapi ini adalah penyakit-penyakit hewan yang menular kepada manusia, yang selalu kita pantau. Bagaimana kita memberikan kelayakan dan keamanan, khususnya adalah bagi hewan qurban ini," bebernya.

Namun, secara umum Dewi menjelaskan kondisi kesehatan hewan qurban di Jawa Barat baik, tidak ada penyakit menular yang harus dikhawatirkan setiap tahun, dan pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat pun terus bekerja,menjamin kesehatan hewan tersebut.

BACA JUGA: Gubernur Aher Imbau Pembelian Hewan Qurban Berlabel Sehat

"Ditambah dengan selalu kita melakukan sosialisasi kepada masyarakat, supaya membeli hewan-hewan qurban berlabel sehat," imbuh Dewi.

Dewi mengungkapkan, ketersediaan dan permintaan hewan qurban di Jawa Barat cukup tinggi, karena tingginya permintaan hewan ternak ini maka banyak hewan yang didatangkan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan NTB.

Hewan-hewan dari luar daerah Jawa Barat, kata Dewi, akan diperiksa di cek point pemeriksaan, seperti di Banjar, Gunung Sindur, dan Losari. Pemeriksaan lanjutnya, dilakukan tim pemeriksa hewan qurban dengan pengawasan sangat ketat.

Angka estimasi ketersediaan hewan qurban di Jawa Barat, terang Dewi, sekitar 806.000 ekor, untuk hewan ternak 100.000 ekor, sapinya 115.000-116.000 ribu ekor, kerbau 3.200 ekor, ternak domba 600.000 ekor, dan kambing 91.000 sampai 92.000 ekor.

“Pasokan hewan qurban ada kenaikan, setiap tahun lima sampai sepuluh persen kenaikannya. Dan kita juga banyak dipasok oleh Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan sebagainya. Memang, kalau jumlah populasi untuk domba di Jawa Barat, populasi tertinggi di seluruh Indonesia. Jadi kalau ternak domba itu relatif dari Jawa Barat," pungkas Dewi.

Berita Terkini