SUKABUMIUPDATE.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait cuaca mingguan untuk wilayah Provinsi Jawa Barat termasuk Sukabumi, mulai dari Senin hingga Minggu, 5–11 Januari 2026.
Dimana dalam satu minggu ke depan, sebagian wilayah Jawa Barat masih berpotensi diguyur hujan karena adanya potensi pertumbuhan awan konvektif.
Pada skala yang lebih luas dinamika atmosfer global dan regional juga turut berperan, ENSO saat ini terpantau berada pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah.
Sementara itu, aktivitas MJO diprakirakan terpantau aktif di wilayah Pulau Jawa. Suhu muka laut yang relatif hangat mendukung suplai uap air.
Siklon Tropis JENNA terpantau dan berkembang dari Bibit Siklon 91S dan mulai terbentuk pada 05 Januari 2026 pukul 06.00 UTC (05 Januari 13.00 WIB), saat ini berada di wilayah monitoring TCWC Jakarta sekitar Samudra Hindia barat daya Lampung, dengan kecepatan angin maksimum 35 knot (65 km/jam) dan tekanan udara minimum 992 hPa.
Siklon Tropis JENNA kini berpotensi meningkat menjadi kategori 2 dan bergerak ke arah selatan, menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan. Dimana berdampak secara tidak langsung membentuk daerah belokan di sebagian wilayah Jawa Barat.
Lalu kondisi labilitas atmosfer yang berada pada kategori labil ringan hingga kuat turut mengindikasikan adanya peluang pertumbuhan awan konvektif pada skala lokal.
Berdasarkan prakiraan perkembangan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal, serta luaran model cuaca probabilistik/deterministik dan analisis data pengamatan dari BMKG Jawa Barat.
Cuaca mingguan untuk Wilayah Provinsi Jawa Barat potensi adanya hujan dengan berbagai intensitas seperti sedang hingga lebat/sangat lebat disertai kilat/petir dan angin kencang yang dapat terjadi pada skala lokal dan durasi singkat terdapat di sebagian wilayah berikut:
Prakiraan Cuaca Jawa Barat Satu Minggu Kedepan (5 - 11 Januari 2026)
Senin, 5 Januari 2026: Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya
Selasa, 6 Januari 2026: Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Pangandaran.
Rabu, 7 Januari 2026: Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran.
Kamis, 8 Januari 2026: Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Pangandaran.
Jumat, 9 Januari 2026: Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Subang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan.
Sabtu, 10 Januari 2026: Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Kuningan.
Minggu, 11 Januari 2026: Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan.
BMKG memperingatkan kepada masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.





