Cerita Polisi di Balik Pengungkapan Penyelundupan 1 Ton Sabu

Sukabumiupdate.com
Minggu 30 Jul 2017, 11:10 WIB
Cerita Polisi di Balik Pengungkapan Penyelundupan 1 Ton Sabu

SUKABUMIUPDATE.com - Kepolisian Daerah Metro Jaya pada pertengahan Juli ini mengggagalkan penyelundupan satu ton sabu-sabu dari Taiwan.

Menurut Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, penyelundupan sabu-sabu bukan saja berasal dari Cina dan Taiwan, tapi juga dari negara lain seperti dari benua Afrika, dan negara tetangga kita yaitu Malaysia.

Menurut Argo, jaringan internasional sering membawa narkoba dalam jumlah besar. Mereka akan melakukan segala cara agar lolos masuk Indonesia. Dari pengakuan para tersangka kepada polisi, mereka mengirim sabu dari Taiwan ke Anyer menggunakan kapal besar. Di lepas pantai Anyer, para pelaku memindahkan sabu ke perahu kecil. Mereka kemudian sembunyi di dalam hotel untuk mengaburkan jejak.

"Biasanya modusnya macam-macam, berbagai upaya dilakukan agar jangan sampai ketahuan petugas," kata Argo kepada Tempo, Minggu (30/7/2017). Tapi biasanya polisi dapat melacak peredaran narkoba dari informasi kepolisian negara asing.

Kepolisian Indonesia sering mendapatkan informasi penting dari polisi di sejumlah negara. Mulai dari Taiwan, Cina, Malaysia, Singapura, maupun Afrika. Kelima negara itu sering aktif membagi informasi. Begitu pun dengan Indonesia juga sering membantu kepolisian asing.

Biasanya, kata Argo, kepolisian akan mendapat informasi adanya rencana pengiriman narkoba ke Indonesia. Kalau nasib baik, Polda Metro Jaya akan mendapat daftar nama dan tempat diduga akan dijadikan transaksi. Namun tidak jarang informasi yang didapat justru nihil.

Karena itu penyidik kepolian harus memastikan validitas informasi. "Kalau ada barang mau masuk, kami intai, kami lakukan penyelidikan," kata mantan Kepala Humas Polda Jawa Timur tersebut.

Kata dia, hampir setiap tahun kepolisian bersama BNN membongkar jaringan narkoba internasional. Polisi tak segan menindak tegas para pelaku yang melawan. Namun Argo tak merinci berapa jumlah kasus peredaran narkoba internasional yang masuk Indonesia setiap tahunnya dan berhasil dibekuk.

"Kami harus sabar, namanya jaringan seperti ini tidak mudah, kami harus mengolah dan menganalisa setiap informasi," kata dia. Saat ini penyidiknya masih disibukkan untuk mengusut jaringan sabu satu ton di Anyer. Kata dia dalam waktu dekat kepolisian akan menggelar rekonstruksi sebelum berkas dilimpahkan ke kejaksaan.

Sebelumnya, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan bandar narkoba yang mencoba menyuplai ke Indonesia tak akan diberi ampun. Mereka dipastikan bakal ditangkap dan akan mendapat hukuman berat. "Yang kami lakukan sekarang adalah memotong suplai, yaitu penangkapan dan penegakan hukum dengan keras," kata Tito di Jakarta, Minggu (16/7/2017) lalu.

Sumber: Tempo

Berita Terkini