Kasus Ricko Andrean, Polisi Periksa Video Rekaman Pengeroyokan

Jumat 28 Juli 2017, 12:28 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Kepolisian Resor Kota Besar Bandung telah memeriksa sejumlah alat bukti, termasuk rekaman video, untuk mengungkap siapa pelaku pengeroyokan terhadap Ricko Andrean (22 tahun), saat laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta, Sabtu (22/7/2017). 

Ricko meninggal dunia setelah selama empat hari dirawat di rumah sakit lantaran mengalami luka serius di bagian kepala.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Besar Hendro Pandowo menyebut saat ini polisi telah memeriksa delapan saksi. Selain itu, pihaknya telah menerima bukti rekaman video yang menayangkan kejadian pengeroyokan itu. 

"Kami sudah periksa delapan orang saksi dari temannya, aparat keamanan yang berjaga di sana, dan panitia," ucap Hendro kepada Tempo, Jumat (28/7/2017).

Hendro menambahkan, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara yang berada di tribun utara atas Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Ricko diduga dikeroyok sejumlah pendukung Persib saat jeda babak pertama. 

"Kami juga sudah menemukan bukti-bukti lain. Semoga cepat terungkap," katanya. 

Ricko diduga menjadi korban salah sasaran dari sejumlah pendukung Persib. Mereka menyangka Ricko merupakan salah satu pendukung tim lawan. Saat kejadian tersebut, Hendro mengatakan, Ricko tidak menggunakan atribut pendukung Persib.

Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Ricko sempat dirawat di Rumah Sakit Santo Yusuf, Bandung, selama 4 hari. Saat itu kondisinya kritis lantaran mengalami gegar otak setelah mendapat pukulan benda tumpul di kepalanya. 
 
Ricko Andrean dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Cikutra Bandung. Ratusan bobotoh Persib turut mengantarkan jenazah Ricko ke tempat peristirahatan terakhir. 

Sumber: Tempo

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkini
Opini02 Mei 2024, 21:33 WIB

Menjadi Pembaca Kritis: Memilah Informasi di Era Media Baru

Pembaca kritis tidak hanya menerima informasi mentah-mentah, tertapi mampu memahami konteks informasi, menganalisis isi dan sumbernya, serta mengevaluasi kebenarannya.
Ilustrasi memilah informasi di zaman hadirnya media baru. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi02 Mei 2024, 21:17 WIB

Pengantar ke Neraka! Bank Emok-Rentenir Dilarang Keras Masuk Kutamara Sukabumi

Spanduk tolak rentenir dan bank emok terbentang di Kampung Kutamara Surade Sukabumi. Praktik riba disebut sudah rusak rumah tangga dan pengantar ke neraka.
Spanduk penolakan hadirnya praktik riba akibat rentenir hingga bank emok yang dipasang ormas Gempa di Kampung Kutamara Surade Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Bola02 Mei 2024, 21:00 WIB

Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Irak di Perebutan Tempat ke-3 Piala Asia U-23 2024

Bagi kamu yang ingin menyaksikan pertandingan Liga 1 2023/2024 antara Timnas Indonesia U-23 vs Irak U-23 berikut kami sediakan layanan live streamingnya.
Bagi kamu yang ingin menyaksikan pertandingan Liga 1 2023/2024 antara Timnas Indonesia U-23 vs Irak U-23 berikut kami sediakan layanan live streamingnya. (Sumber : Instagram/@jagad_stadium/Ist).
Sehat02 Mei 2024, 20:30 WIB

Sulit Tidur dan Sangat Mengganggu! 4 Cara Mengobati Sakit Asam Urat di Malam Hari

Ada beberapa cara mengobati sakit asam urat di malam hari.
Ilustrasi - Ada beberapa cara mengobati sakit asam urat di malam hari. (Sumber : Freepik.com/DC Studio).
Life02 Mei 2024, 20:15 WIB

6 Minuman yang Bisa Menenangkan Pikiran saat Stres, Cemas dan Galau, Yuk Dicoba!

Sejumlah minuman bermanfaat untuk membantu menenangkan pikiran di saat sedang mengalami stres, cemas dan galau. Patut menjadi rekomendasi sebagai menu harian.
Ilustrasi minuman yang menenangkan pikiran. | Sumber foto : Pexels/Anna Tarazevich
Life02 Mei 2024, 20:00 WIB

10 Tips Pola Tidur yang Baik untuk Penderita Gula Darah

Yuk Lakukan Sederet Tips Pola Tidur yang Baik untuk Penderita Gula Darah Berikut Agar Bisa Nyenyak di Malam Hari.
Ilustrasi. Tidak Nyenyak. Pola Tidur yang Baik untuk Penderita Gula Darah. (Sumber : Pexels/IvanOboleninov)
Sukabumi02 Mei 2024, 19:59 WIB

Polisi Ungkap Alasan Tak Autopsi Mayat Wanita yang Ditemukan di Sungai Cicatih Sukabumi

Mayat wanita setengah telanjang, berinisal EKS (25 tahun), warga Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Cicatih tidak dilakukan autopsi
Mayat EKS (25 tahun) di Sungai Cicatih, Kampung Jamu Diva RT 05/03 Desa Langensari, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (27/4/2024). | Foto: Istimewa
DPRD Kab. Sukabumi02 Mei 2024, 19:44 WIB

Mimpi Ketua DPRD, Kabupaten Sukabumi Jadi Pertahanan Pangan hingga Tujuan Wisata

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara mengatakan dirinya punya mimpi bahwa Kabupaten Sukabumi kedepan harus menjadi (lokasi) pertahanan pangan nasional.
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara | Foto: Dok. SU
Sehat02 Mei 2024, 19:30 WIB

3 Penyebab Utama Asam Urat yang Sering Dianggap Sepele, Tiba-tiba Sakit!

Asam urat adalah salah satu bentuk radang sendi yang disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam darah.
Ilustrasi - Asam urat adalah salah satu bentuk radang sendi yang disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam darah. (Sumber : Freepik.com)
Sukabumi02 Mei 2024, 19:18 WIB

Hardiknas 2024, Bupati Bicara Pendidikan Karakter dan Kewajiban Ikuti Pramuka di Sukabumi

Pembina upacara Hardiknas 2024, Bupati Sukabumi Marwan Hamami soroti soal pentingnya pendidikan karakter dan kewajiban mengikuti gerakan pramuka.
Bupati Sukabumi saat menjadi pembina upacara dalam peringatan Hardiknas tahun 2024. (Sumber : Diskominfosan Kab. Sukabumi)