Kapolri: Meski Bandar Utama Tewas, Kasus Sabu 1 Ton Dikembangkan

Sukabumiupdate.com
Selasa 18 Jul 2017, 06:31 WIB
Kapolri: Meski Bandar Utama Tewas, Kasus Sabu 1 Ton Dikembangkan

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Kepolisian RI atau Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya terus mengembangkan kasus penemuan narkoba jenis sabu seberat satu ton di Kabupaten Serang, Banten. Menurut dia, pengembangan dilakukan meski tersangka utama tewas.

"Pengungkapan pengembangan tidak harus dari satu orang tersangka karena ada yang hidup," kata Kapolri Tito Karnavian di Markas Besar Kepolisian RI, Jakarta Selatan, Selasa (18/7 / 2017), terkait temuan dan penyelidikan satu ton narkoba jenis sabu di Anyer, Serang.

Pengembangan kasus, kata Tito, juga dilakukan dengan mendalami jalur komunikasi, dokumen keluar masuk barang, dan teknologi informasi yang digunakan jaringan sabu asal Taiwan tersebut. "Masih banyak cara lain untuk mengembangkan kasus ini meski bandar utamanya mati," ujar dia. 

Sebelumnya, kepolisian berhasil membongkar upaya penyelundupan satu ton sabu di dermaga Hotel Mandalika, Jalan Raya Anyer, Serang, Banten, pekan lalu. Penangkapan terjadi tidak lama setelah para penyelundup selesai menurunkan sabu yang mereka bawa menggunakan kapal ke daratan.

Polisi menembak satu tersangka bernama Lin Ming Hui karena berusaha melawan petugas. Dia merupakan bos sindikat penyelundup sabu dari Taiwan ke Indonesia. Adapun dua orang lainnya yang juga warga negara Taiwan bisa dibekuk, yakni Chen Wei Cyuan dan Liao guan Yu. Seorang anggota komplotan, Hsu Yung Li, berhasil melarikan diri dan masih dalam pengejaran petugas.

Kapolri Tito Karnavian mengapresiasi sekaligus prihatin terhadap operasi penangkapan ini. Menurut dia, ini adalah peringatan bahwa perairan di Indonesia bisa ditembus kelompok narkoba jenis sabu asal Taiwan. "Bayangkan satu ton bisa masuk menggunakan kapal ke Anyer. Mungkin bukan yang pertama, oleh karena itu sedang kita kembangkan," ujarnya.

Sumber: Tempo

Berita Terkini