SUKABUMIUPDATE.com - Tutur Media Digital menyelenggarakan Generasi Indonesia Bertutur (GIB) 2026, sebuah forum yang mempertemukan generasi muda dengan tokoh, akademisi, praktisi, dan profesional untuk membicarakan tantangan serta peluang menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan digelar di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026) mulai pukul 13.00 WIB.
Pemimpin Redaksi Tutur Media Digital, Adi Prasetya, mengatakan forum tersebut lahir dari keyakinan bahwa generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha, tidak boleh sekadar menjadi penonton perubahan. Mereka harus mampu menjadi pelaku sekaligus penentu arah masa depan Indonesia. “Generasi muda tidak cukup hanya siap menghadapi perubahan. Mereka harus mampu menciptakan perubahan,” kata Adi.
Menurut Adi, tantangan menuju 2045 semakin kompleks. Kecerdasan artifisial mengubah dunia kerja, teknologi mengubah cara belajar dan berkomunikasi, transisi energi membuka peluang sekaligus tantangan baru, sementara disinformasi turut menguji kualitas demokrasi. Karena itu, penguasaan teknologi harus berjalan bersama pendidikan berkualitas, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan pembangunan karakter.
Baca Juga: Ditangkap di Sukabumi, Pelaku Pembunuhan Perempuan di Peternakan Ayam Gekbrong
GIB 2026 menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai bidang. Abraham Samad akan bertutur mengenai bagaimana mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi. Sementara Ali Ashat dan Pri Utami, peneliti energi panas bumi dari ITB dan UGM, akan membahas kemandirian energi melalui pengembangan panas bumi atau geothermal. Acara akan dibuka oleh Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat.
Perspektif dunia investasi dan kemandirian ekonomi dihadirkan melalui Rosmaylinda Nasution, Direktur Bisnis Indonesia Financial Group (IFG). Adapun Namira Monda, blogger dan influencer, akan membawa perspektif generasi muda dalam menghadapi perubahan di ruang digital. Keragaman latar belakang narasumber tersebut diharapkan memperkaya perspektif mengenai persoalan Indonesia dari berbagai sudut pandang.
Pendiri dan presiden komisaris Tutur Media Digital, Don Bosco Selamun mengatakan Generasi Indonesia Bertutur sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan filosofi jurnalisme Tutur Media Digital. “Jurnalisme kami bukan sekadar menyampaikan kabar, tapi harus menuturkan makna,” ujarnya.
Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Satu Hektare Lahan Jati di Bantargadung Sukabumi
Menurut Bang Don, panggilan akrab Don Bosco Selamun, Tutur memilih mengedepankan fakta, data, konteks, independensi, dan integritas di tengah derasnya arus informasi, disinformasi, serta pemberitaan yang kerap mengejar sensasi dan viralitas. “Kami tidak ingin menjadi media yang paling berisik atau paling viral. Kami ingin menjadi media yang dipercaya,” kata Don Bosco.
Rangkaian acara juga menghadirkan special remarks Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengenai “Budaya Menjadi Indonesia”. Selain itu, tokoh perubahan Prof. Rhenald Kasali akan memberikan perspektif mengenai bagaimana tetap relevan menghadapi human disruptions, ketika perubahan teknologi, ekonomi, dan dunia kerja bergerak semakin cepat.
Bagi masyarakat dan generasi muda yang berminat mengikuti forum Generasi Indonesia Bertutur 2026, kesempatan untuk mendaftar masih terbuka dengan memindai barcode yang tertera pada flyer acara. Melalui forum ini, Tutur Media Digital mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton masa depan, tetapi ikut memikirkan, membentuk, dan menuturkan Indonesia menuju 2045.
















