SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Alun-alun Palabuhanratu, Rabu (20/5/2026). Momentum tersebut dimaknai sebagai upaya membangkitkan semangat masyarakat khususnya bagi generasi muda demi mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang lebih maju dan sejahtera.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi Asep Japar mengatakan bahwa semangat Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat untuk terus memperjuangkan kemajuan daerah sesuai visi misi Kabupaten Sukabumi.
“Barusan kita sudah melaksanakan upacara bersama dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Kabupaten Sukabumi. Mudah-mudahan ini menggugah semangat kita untuk membangkitkan Kabupaten Sukabumi ke arah yang lebih baik,” ujar Asep Japar kepada awak media.
Baca Juga: 17 Twibbon Hari Kebangkitan Nasional 2026, Gratis Langsung Pasang!
Menurutnya, makna kebangkitan nasional tidak hanya sebatas seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata demi kesejahteraan masyarakat.
“Makna Kebangkitan Nasional bagi pemerintah daerah yaitu membangkitkan semangat dalam memperjuangkan Kabupaten Sukabumi yang mubarokah sesuai visi misi daerah. Mudah-mudahan tujuan akhirnya untuk menyejahterakan masyarakat,” ucapnya.
Di tengah peringatan Harkitnas, Asep Japar juga menyoroti masih maraknya peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang di Kabupaten Sukabumi yang dinilai mengancam generasi muda.
Baca Juga: 20 Ucapan Hari Kebangkitan Nasional 2026, Penuh Semangat dan Insipiratif
Menurutnya, Pemkab Sukabumi telah melakukan berbagai langkah pencegahan dan penindakan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk razia ke sejumlah hotel dan toko.
“Sebetulnya tiga bulan ke belakang kita sudah melakukan gebrakan-gebrakan ke beberapa hotel dan toko-toko. Tidak ada ampun, apalagi kalau generasi muda mengonsumsi obat-obat terlarang. Kita tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengeluarkan surat edaran hingga rutin menyampaikan imbauan dalam setiap rapat dinas maupun pertemuan dengan tokoh agama agar peredaran narkoba dapat dicegah di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.
“Kami sudah mengeluarkan surat edaran. Bahkan setiap rapat dinas selalu disampaikan, termasuk saat pertemuan dengan alim ulama supaya jangan sampai terjadi peredaran obat-obat terlarang di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.




